

Di tengah padatnya tuntutan akademik dan aktivitas kampus, menjaga keseimbangan antara kesehatan fisik dan mental seringkali menjadi tantangan bagi mahasiswa. Merespons hal tersebut, BEM LSPR 2025/2026 melalui Departemen Kemitraan & Kerjasama berkolaborasi dengan Student Guidance Office (SGO) menggelar acara bertajuk “Healthy is The New Hustle: Recharge Your Mind, Reset Your Body – Medical & Psychology Check Up” di Prof. Dr. Djajusman Auditorium & Performance Hall LSPR, Campus B Sudirman Park.
Acara dibuka melalui lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars LSPR. Rangkaian kegiatan kemudian diresmikan melalui Opening Remarks dari Novia Nury Maulida selaku perwakilan Departemen Kemitraan & Kerjasama BEM LSPR 2025/2026, serta Prischa Nova, M.Psi., Psikolog selaku Head of Student Guidance Office LSPR.
Sumber: Dokumentasi Pribadi LSPR News
Sesi utama dalam acara ini adalah talkshow interaktif yang menghadirkan tiga pembicara ahli di bidangnya yaitu: Content Creator Xaviera Putri Ardianingsih, Psikolog Cynthia Eveline, M.Psi., serta dr. Cindy May Mc Guire, MHLM, Dip. AAAM. Di atas panggung, ketiganya berbagi ragam pengetahuan, pengalaman, hingga pendapat medis dan psikologis untuk membantu mahasiswa menata kembali ritme hidup mereka. Membuka diskusi, Xaviera menyoroti fenomena hustle culture yang kerap membuat mahasiswa memforsir diri. Ia menekankan urgensi penerapan mindful hustling, di mana pencapaian target sebesar apa pun tidak akan berjalan optimal jika kesehatan mental diabaikan. Ia mengajak audiens untuk lebih realistis mengenali batas antara ambisi dan kapasitas diri. Alih-alih mengejar semua target secara bersamaan demi validasi eksternal yang justru merusak fokus, Xaviera menyarankan mahasiswa untuk berani mengambil jeda, menyelesaikan tugas secara bertahap, dan menjaga keseimbangan antara pencarian pengalaman serta manajemen waktu.
Menyambung hal tersebut dari kacamata kepakaran medis, dr. Cindy memaparkan bagaimana gaya hidup yang terus-menerus dipaksakan nyatanya membawa dampak mematikan pada tubuh dan fungsi kognitif. Ia menjelaskan bahwa kebiasaan buruk yang dibiarkan dapat memicu brain fog, dimana kondisi pikiran terasa berkabut dan sulit fokus hingga memunculkan masalah fisik lain seperti jerawat. Risiko ini menjadi semakin nyata jika seseorang memiliki riwayat genetik penyakit tertentu dari keluarga yang rentan terpicu oleh rutinitas yang tidak sehat. Sebagai langkah preventif, dr. Cindy merekomendasikan kebiasaan sederhana, seperti mengonsumsi vitamin harian untuk menjaga imunitas dan merutinkan olahraga ringan seperti berjalan kaki.

Sumber: Dokumentasi Pribadi LSPR News
Ketika fisik sudah terkuras, kesehatan mental pun kerap ikut terdampak. Sebagai seorang psikolog, Cynthia mengangkat isu overthinking dan burnout yang sering membuat mahasiswa menunda tugas akademik dan kehilangan minat pada aktivitas yang biasanya menyenangkan, seperti mendengarkan musik. Untuk mengurai benang kusut pikiran tersebut, ia menyarankan metode journaling sebagai sarana memilah hal-hal yang berada dalam kendali diri serta menyusun skala prioritas. Cynthia juga menegaskan pentingnya mengenali stres sebagai sinyal alami tubuh untuk mengantisipasi masalah, yang tentu berbeda dengan burnout atau fase kelelahan emosional ekstrem. Praktik seperti peregangan otot, latihan pernapasan, dan pencarian sumber dopamin yang positif menjadi sangat esensial. Ia pun menitipkan pesan agar mahasiswa tidak mengisolasi diri, melainkan membiasakan untuk bercerita dan saling check-up kondisi dengan teman sebaya.
Sebagai bentuk aksi konkret dari komitmen menjaga kesejahteraan mahasiswa, rangkaian acara ini tidak berhenti pada pemahaman teoretis dari para ahli saja. Setelah sesi talkshow berakhir, para peserta langsung difasilitasi untuk mengikuti sesi medical & psychology check-up yang telah disiapkan di lokasi. Layanan ini memberikan ruang bagi peserta untuk memantau kondisi kesehatan fisik dan mental mereka secara aktual, mendeteksi potensi masalah sejak dini, dan langsung berkonsultasi mengambil langkah preventif yang tepat usai mendengarkan pemaparan materi.
Menutup seluruh rangkaian talkshow, pesan hangat dari SGO kembali menegaskan esensi utama diadakannya kegiatan ini. Meskipun kehidupan mahasiswa selalu dihadapkan pada banyaknya tuntutan, menyempatkan waktu untuk merawat diri sendiri serta peduli terhadap kondisi orang lain adalah sebuah keharusan yang tidak boleh terpinggirkan oleh ambisi apa pun. Acara ini diharapkan menjadi langkah awal bagi mahasiswa LSPR untuk kembali menata gaya hidup mereka menjadi lebih sehat dan seimbang.
Artikel ditulis oleh Jessya Faith Kojongian







