

Jakarta, 7 Juni 2026 – Menjawab tantangan era digital, mahasiswa LSPR Communication and Business Institute berkolaborasi dengan komunitas remaja dan pemuda Gereja Toraja Kelapa Gading menyelenggarakan workshop media sosial bertajuk “From Scrollers to Storytellers” di Gereja Toraja Kelapa Gading, Jakarta Utara. Program edukasi ini dirancang untuk membekali remaja dengan pemahaman mengenai pengelolaan personal branding yang positif di media sosial, serta keterampilan praktis dalam mengedit foto dan video. Melalui kolaborasi ini, Gereja Toraja Kelapa Gading kembali menegaskan perannya sebagai wadah edukasi nonformal yang adaptif dan suportif dalam mengembangkan potensi generasi muda agar mampu menghadapi perkembangan teknologi digital secara bijak.

Dalam sambutannya, Pdt. Lius selaku perwakilan Gereja Toraja Kelapa Gading menyampaikan bahwa perkembangan media sosial yang semakin pesat membawa berbagai tantangan bagi generasi muda. “Di tengah perkembangan media sosial yang begitu pesat, banyak anak muda mulai kehilangan identitas diri dan menghadapi berbagai hal yang menimbulkan keresahan. Karena itu, workshop ini menjadi kesempatan yang baik untuk memberikan edukasi mengenai penggunaan media sosial secara bijak dan berdampak positif bagi anak-anak kita,” ujarnya. Pernyataan tersebut menjadi landasan pentingnya kegiatan ini sebagai sarana pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan remaja saat ini.

Workshop “From Scrollers to Storytellers” diawali dengan ibadah pembuka dan dilanjutkan dengan tiga sesi materi utama. Sesi pertama mengenai pengelolaan personal branding disampaikan oleh Melvin Bonardo Simanjuntak, M.I.Kom., yang bertujuan meningkatkan kesadaran peserta tentang pentingnya menjaga jejak digital serta membangun citra diri yang positif. Sesi kedua dibawakan oleh Dorothy Bunga Posende, M.Ds., yang memberikan pelatihan penggunaan Canva untuk menciptakan konten yang menarik sekaligus mencerminkan karakter dan identitas pribadi. Selanjutnya, Felix Ismail, S.I.Kom., membawakan sesi mengenai penggunaan CapCut untuk meningkatkan kemampuan peserta dalam menghasilkan konten video yang kreatif, berkualitas, dan memiliki nilai estetika yang baik. Setelah sesi materi, peserta dibagi ke dalam 10 kelompok dan diberikan tantangan membuat konten kreatif selama 30 menit dengan berbagai topik, mulai dari desain poster hingga produksi video pendek. Seluruh kelompok menunjukkan antusiasme dan kreativitas yang tinggi serta mampu menerapkan materi yang telah dipelajari. Hasil karya kemudian dipresentasikan dan dinilai oleh para pemateri, dengan tiga kelompok terbaik berhasil meraih penghargaan atas hasil kontennya. Secara keseluruhan, kegiatan berlangsung dengan lancar dan mendapat respons yang sangat positif dari peserta. Tingginya antusiasme yang ditunjukkan selama kegiatan menjadi bukti bahwa Gereja Toraja Kelapa Gading dapat berperan sebagai wadah edukasi nonformal yang efektif dalam memberdayakan generasi muda di era digital.















