LSPR Institute of Communication and Business menerima kunjungan dari President University dalam agenda diskusi kolaborasi akademik yang dilaksanakan pada Selasa, 26 Mei 2026 di LSPR Sudirman Park, Jakarta. Pertemuan ini menjadi wadah bagi kedua institusi untuk membahas peluang kerja sama yang dapat mendukung pengembangan pendidikan tinggi dan peningkatan kualitas mahasiswa.


Sumber: Dokumentasi Pribadi LSPR News

Kegiatan tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan serta perwakilan dari LSPR Institute of Communication and Business dan President University. Dalam pertemuan ini, kedua pihak berdiskusi mengenai berbagai potensi kolaborasi di bidang akademik, pengembangan program mahasiswa, hingga peluang kerja sama dalam kegiatan pendidikan dan industri kreatif. Diskusi dilakukan sebagai bentuk komitmen kedua kampus dalam memperluas jaringan kerja sama antar perguruan tinggi. Selain itu, kolaborasi dinilai penting untuk menciptakan inovasi pembelajaran yang relevan dengan perkembangan industri dan kebutuhan dunia kerja saat ini.

Pertemuan berlangsung di LSPR Sudirman Park dengan suasana formal dan interaktif namun tetap hangat. Kedua institusi saling bertukar pandangan mengenai strategi pengembangan pendidikan, peningkatan kompetensi mahasiswa, serta peluang pelaksanaan program bersama di masa mendatang. Setelah sesi diskusi selesai, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan campus tour mengelilingi area kampus LSPR. Rektor President University diajak untuk melihat berbagai fasilitas yang dimiliki LSPR, termasuk mengunjungi LSBA (London School Beyond Academy), yaitu fasilitas pendidikan LSPR yang diperuntukkan bagi pelajar disabilitas. Kunjungan ini menjadi bagian dari pengenalan lingkungan kampus sekaligus bentuk komitmen LSPR dalam menghadirkan pendidikan yang inklusif dan ramah bagi semua kalangan.

Sumber: Dokumentasi Pribadi LSPR News

Melalui kegiatan ini, LSPR Institute of Communication and Business dan President University berharap agar dapat membangun kerjasama yang dapat memberikan manfaat bagi civitas akademika kedua kampus. Hasil diskusi diharapkan menjadi langkah awal dalam menciptakan program kolaboratif yang mampu mendukung perkembangan pendidikan tinggi yang lebih inovatif dan adaptif.

 

Artikel ditulis oleh Nisa Zahara