

LSPR Institute of Communication and Business kembali menghadirkan LSPR Theatre Festival ke-34 dengan salah satu karya pertunjukan yang mengangkat nilai budaya Indonesia melalui pementasan bertajuk Sekar Lingsir. Teater yang diproduksi oleh mahasiswa LSPR Comm 29-9SP ini dipentaskan pada Sabtu, 11 Juli 2026, pukul 19.00-20.30 WIB di Amani Palladium Theatre, LSPR Transpark Campus Bekasi. Mengusung tema mengenai keberanian perempuan dalam menghadapi tradisi patriarki. Sekar Lingsir mengajak penonton menyaksikan perjalanan seorang putri kerajaan yang berusaha mempertahankan prinsip hidupnya di tengah tuntutan adat dan kekuasaan.

Sumber: Dokumentasi Pribadi LSPR News
Tokoh utama, Seroja, merupakan putri Kerajaan Nagari Alaswangi yang menolak sistem patriarki yang membatasi kebebasan perempuan. Meski terus didesak untuk menikah demi kepentingan kerajaan, Seroja menolak calon pangeran karena mereka memandang perempuan hanya sebagai pelengkap dan lebih mengutamakan status keturunan. Konflik mulai berkembang ketika Seroja bertemu dengan Jatmika, seorang pria sederhana yang memiliki rasa hormat tinggi terhadap perempuan. Sikap tulus dan ketulusannya menghadirkan perspektif baru bagi sang putri. Pertemuan tersebut memunculkan pertanyaan besar, apakah Seroja akan memilih mengikuti kata hatinya atau tetap tunduk pada takdir kerajaan?
Kisah Sekar Lingsir mengambil unsur mistik dari sosok Ken Dedes, kisah emosional dan percintaan dalam kisah Gadis Kretek, serta semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini. Ketiga inspirasi tersebut dipadukan menjadi sebuah pertunjukan yang memadukan sejarah, budaya, dan isu sosial dalam satu panggung. Dengan mengangkat tema pemberdayaan perempuan tanpa meninggalkan unsur budaya Nusantara, Sekar Lingsir diharapkan mampu memberikan pengalaman teater yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mengajak penonton merefleksikan pentingnya kesetaraan, keberanian menyampaikan suara, dan makna kebebasan dalam menentukan masa depan.
Sumber: Dokumentasi Pribadi LSPR News
Pementasan ini menjadi salah satu bagian dari rangkaian 34th LSPR Theatre Festival, sekaligus menunjukkan kreativitas mahasiswa LSPR dalam menghadirkan karya seni yang relevan dengan isu-isu sosial masa kini melalui pendekatan teater. Melalui cerita yang terinspirasi dari sejarah, sastra, dan semangat perjuangan perempuan Indonesia, pertunjukan ini diharapkan mampu memberikan pengalaman yang berkesan bagi para penonton. Kehadirannya di panggung LSPR Theatre Festival juga mempertegas peran seni pertunjukan sebagai media komunikasi yang mampu menginspirasi, membangun empati, dan membuka ruang dialog mengenai berbagai isu sosial di masyarakat.
Artikel ditulis oleh Nisa Zahara












