

Denpasar, 25 April 2026 — sebagai bagian dari rangkaian kegiatan English Speech Contest dalam LSPR Bali Communication Camp 2026, telah diselenggarakan Exclusive Workshop: Public Speaking Skills. Acara ini memberikan kesempatan kepada para peserta siswa-siswi SMA dan SMK yang ingin meningkatkan kemampuan berbicara di depan umum dengan profesional dan percaya diri. Acara ini menghadirkan A.A. Istri Putri Dwijayanti, M.Ikom., seorang dosen LSPR Bali, Professional Speaker, MC, dan juga TV Presenter sebagai pemateri, yang membagikan pengetahuan sekaligus pengalamannya di bidang public speaking.
Kemampuan berbicara dihadapan publik tidak didapatkan melalui bakat dari lahir, tetapi didapat melalui latihan dengan giat. Seperti yang disampaikan oleh Ms. Gek Tri melalui pemaparan materinya, “Public speaking is not a talent, it is a skill,” berarti kemampuan seseorang yang pandai berbicara di depan umum adalah keterampilan yang dapat dipelajari, dilatih, dan dikembangkan oleh siapa saja.
Sumber: Dokumentasi Pribadi LSPR Bali
Dalam workshop ini, Ms. Gek Tri membagikan ilmunya dalam mengatasi perasaan gugup saat berada di depan umum dan para peserta juga ditantang untuk melakukan one minute short speech secara langsung. Hal ini dilakukan untuk melatih rasa kepercayaan diri peserta dalam menyampaikan ide atau gagasan, dan untuk mendapatkan evaluasi diri sehingga peserta bisa meningkatkan kemampuan berbicaranya.
Selain itu, materi yang diberikan juga terkait dengan berbagai aspek penting dalam public speaking, seperti perbedaan antara penyampaian yang kurang efektif dengan yang baik, 3V (Visual, Verbal, & Vocal) dalam public speaking, struktur, serta pemahaman jenis-jenis public speaking. Antusiasme para peserta dapat terlihat dari keaktifan mereka pada saat kegiatan berlangsung.
Salah satu peserta, Jason Immanuel dari SMA CHIS Denpasar menyampaikan pendapatnya mengenai workshop Public Speaking Skills, “Momen yang paling aku sukai itu dari acara LSPR kali ini tuh pembawaan acaranya mereka, speaker-nya mereka, terus materi yang disampaikan speaker-nya itu keren banget, daging bangetlah. Itu yang paling aku sukai dari LSPR.”

Sumber: Dokumentasi Pribadi LSPR Bali
Dengan pendekatan yang interaktif, peserta tidak hanya dapat menerima materi secara teoritis, tetapi juga didorong untuk memahami penerapannya secara nyata. Menjelang akhir acara, suasana semakin terasa antusias saat diumumkan delapan finalis yang berhasil melaju ke babak final English Speech Contest, yang menjadi penutup dari rangkaian workshop tersebut.
Melalui workshop Public Speaking Skills, diharapkan para peserta mampu mengembangkan kemampuan komunikasi mereka agar lebih optimal. Kegiatan ini juga menjadi salah satu upaya dalam mempersiapkan generasi muda yang percaya diri, komunikatif, dan siap menghadapi berbagai tantangan di masa depan.
Artikel ditulis oleh Ni Made Saisha Diva Sandriana













