

Jakarta, 19 Oktober 2026 – Dr. (H.C.) Prita Kemal Gani, MBA, MCIPR, APR, FIPR, Founder & CEO LSPR Institute of Communication and Business, terpilih sebagai penerima Anugerah PERHUMAS 2026 kategori Lifetime Achievement. Penghargaan ini dilaksanakan dan diberikan pada Sabtu, 17 Oktober 2026, di Sumaryono Grand Ballroom, The Sunan Hotel Solo, Surakarta, dalam rangkaian Konvensi Humas Indonesia 2026.
Prita Kemal Gani dipilih setelah PERHUMAS menilai kontribusinya selama Juli 2025 hingga September 2026. Profesionalitasnya sebagai Pengurus PERHUMAS, dukungan luar biasanya bagi dunia kehumasan, dan perannya dalam kampanye #IndonesiaBicaraBaik serta memberikan pengaruh yang cukup besar di bidang kehumasan. Kategori Lifetime Achievement sendiri diberikan kepada individu yang berkontribusi pada pengembangan profesi Hubungan Masyarakat dan berkolaborasi dengan PERHUMAS.
Dalam acara Anugerah PERHUMAS yang merupakan penghargaan tertinggi dari organisasi profesi Humas yang berdiri sejak 15 Desember 1972 ini, penilaian dilakukan oleh Dewan Juri bentukan Badan Pengurus Pusat (BPP) PERHUMAS. Saat ini PERHUMAS didukung 20 Badan Pengurus Cabang aktif dengan lebih dari 4.000 praktisi Humas di seluruh Indonesia, sementara Konvensi Humas Indonesia menjadi barometer perkembangan dunia kehumasan tanah air. PERHUMAS menyampaikan komitmennya dalam membawa praktik Humas Indonesia ke panggung global dan memiliki agenda kegiatan tahunan Konvensi Humas Indonesia yang diselenggarakan rutin di berbagai kota di seluruh Indonesia.
Kabar membanggakan ini disambut hangat oleh civitas academica LSPR Institute. Mereka menyampaikan ucapan selamat sekaligus terima kasih kepada Ibu Prita yang telah menginspirasi dan mendidik banyak generasi praktisi Public Relations agar mampu memberi dampak nyata bagi masyarakat. Bagi kalangan pendidikan komunikasi, nama Prita tidak asing. Ia membangun LSPR dengan perhatian besar pada hubungan antara pendidikan dan kebutuhan dunia kerja. Dari sana, ia terus mengembangkan pendidikan komunikasi yang tidak berhenti pada teori di ruang kelas.
Mahasiswa juga perlu mengenal persoalan yang dihadapi praktisi sehari-hari. Mulai dari menyampaikan informasi secara tepat, memahami kebutuhan publik, hingga menjaga kepercayaan dalam hubungan profesional. Perhatian terhadap dunia kehumasan itu tidak hanya dijalankan melalui LSPR. Di sinilah pendidikan komunikasi memiliki peran dan pekerjaan yang besar. Perguruan tinggi perlu menyiapkan lulusan yang memahami keterampilan profesional sekaligus tanggung jawab sosial pekerjaannya. Tak hanya itu, Prita juga terlibat dalam organisasi profesi, termasuk sebagai anggota Dewan Kehormatan PERHUMAS dan President of ASEAN Public Relations Network. Penghargaan ini menjadi pengingat bahwa dedikasi di dunia komunikasi memiliki pengaruh yang besar dan dampak berkepanjangan dalam berkontribusi kepada masyarakat.
Artikel ditulis oleh Regina Valencia Elizabeth Kaunang










