Jakarta, 16 April 2026 — Event Capstone Project “9 to 5” sukses diselenggarakan pada Sabtu, 11 April 2026, sebagai wadah edukasi dan kolaborasi untuk mendorong gaya hidup berkelanjutan, khususnya dalam bidang sustainable fashion dan circular living. Melalui rangkaian talk show, workshop, serta aktivitas interaktif, acara ini mengajak masyarakat untuk melihat bahwa keberlanjutan dapat dimulai dari langkah kecil yang dilakukan secara konsisten.

Mengusung konsep 9R Principles sebagai inti pesan kampanye, “9 to 5” menghadirkan pengalaman yang tidak hanya informatif, tetapi juga engaging dan aplikatif. Peserta diajak memahami bagaimana konsep seperti reduce, reuse, recycle, hingga repair dapat diterapkan di keseharian, termasuk dalam cara konsumsi fashion yang lebih bertanggung jawab. 

Acara ini menghadirkan berbagai sesi yang membahas pentingnya perubahan pola pikir dalam konsumsi, serta bagaimana industri fashion dapat bergerak menuju sistem yang lebih sirkular. Tidak hanya itu, peserta juga dapat mengikuti workshop yang memberikan insight dan skill praktis, sehingga pesan sustainability terasa lebih dekat dan relevan dengan kehidupan sehari-hari.

“Melalui 9 to 5, kami ingin mengedukasi bahwa sustainability tidak berhenti di 3R. Prinsip 9R memiliki pendekatan yang lebih luas dan relevan, di mana perubahan bisa dimulai dari langkah sederhana. Termasuk refuse, yaitu menolak konsumsi yang tidak diperlukan. Komitmen ini juga akan kami lanjutkan melalui peluncuran buku saku digital sebagai panduan praktis agar audiens dapat terus menerapkan prinsip 9R setelah acara berakhir,” ujar Graciela, Ketua Pelaksana 9 to 5.

“9 to 5 juga menghadirkan pengalaman yang lebih aplikatif melalui booth bank baju dan tenant UMKM berbasis aktivitas yang selaras dengan prinsip 9R. Kami ingin pengunjung tidak hanya datang untuk berbelanja, tetapi juga terlibat langsung dalam praktik reuse, repurpose, serta membangun pola konsumsi yang lebih sadar,” tambah Michelle, Ketua Pelaksana 9 to 5.


Sumber: Dokumentasi Pribadi

Mr. Prajnadi Chandrawan, S.I.Kom, selaku Sekretaris Program Studi DKV LSPR Institute of Communication & Business juga turut hadir dan mengapresiasi penyelenggaraan acara ini. Ia menyampaikan bahwa “kegiatan “9 to 5” menghadirkan berbagai bentuk edukasi untuk mengurangi konsumsi pakaian secara berlebihan, sekaligus mengajarkan cara mendaur ulang pakaian lama menjadi produk baru yang tetap bernilai” ujarnya.

Sarah sebagai salah satu pengunjung menyampaikan, “Acaranya seru banget, karena nggak cuma membahas sustainability, tapi juga bikin kita lebih memahami personal style masing-masing. Aku jadi belajar kalau kita sudah kenal gaya kita sendiri, kita nggak perlu beli banyak baju lagi. Dari sekitar 20 pieces aja, ternyata bisa jadi sampai 80 outfit.”

Dengan antusiasme peserta yang tinggi serta respons positif dari berbagai pihak, “9 to 5” menjadi langkah awal untuk membangun komunitas yang lebih peduli terhadap isu keberlanjutan, sekaligus mendorong lebih banyak kolaborasi dalam menciptakan dampak positif jangka panjang. Ke depannya, “9 to 5” diharapkan dapat terus berkembang sebagai platform yang mempertemukan edukasi, komunitas, dan aksi nyata dalam mendukung gerakan circular living di Indonesia.