

LSPR Youth Diplomacy Community (YDC) telah sukses menyelenggarakan program kerja tahunan bertajuk MUN Class and Simulation Beginner & Advanced Level 2026 yang ditujukan bagi mahasiswa/mahasiswi LSPR Institute of Communication and Business. Model United Nations (MUN) sendiri merupakan simulasi pendidikan dan kegiatan akademis yang memungkinkan mahasiswa untuk memperdalam pemahaman mereka tentang diplomasi, hubungan internasional, dan cara kerja Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Dalam program ini, peserta berperan sebagai delegasi yang mewakili berbagai negara untuk melakukan riset, berbicara di depan umum, negosiasi, serta kolaborasi dalam mencari solusi atas isu-isu global. Program ini dirancang secara sistematis ke dalam dua kategori, yaitu Beginner Level untuk membantu mahasiswa mengenal dasar-dasar persidangan, serta Advanced Level untuk melatih keterampilan negosiasi dan lobbying bagi mahasiswa yang sudah memiliki pengalaman sebelumnya.

Rangkaian kegiatan diawali dengan sesi MUN Class yang dilaksanakan selama tiga minggu di bulan April 2026. Untuk kategori Beginner Level, sesi pembelajaran dilaksanakan secara offline di Kampus LSPR Sudirman Park yang dipandu oleh mentor, yaitu M. Arsyad Aufa selaku Head Chair dan M. Raffi Ramadhan selaku Assistant Chair. Materi yang diberikan meliputi pengenalan Rules of Procedure (ROP), metodologi riset, pembuatan position paper, hingga teknik penyusunan draft resolution. Sementara itu, kategori Advanced Level dilaksanakan secara online melalui Google Meet pada tanggal 14 dan 16 April 2026 dengan bimbingan dari Disney Jason, S.T. sebagai Head Chair dan Muhammad Sultan Alauddin sebagai Assistant Chair. Sesi ini berfokus pada penguatan argumen strategis, teknik negosiasi profesional, serta persiapan kompetitif untuk delegasi yang akan mewakili LSPR di ajang nasional maupun internasional.

Puncak acara berupa simulasi sidang dilaksanakan di lokasi yang berbeda untuk masing-masing kategori. Simulasi Advanced Level dilaksanakan lebih awal pada tanggal 20 dan 22 April 2026 bertempat di Rafael Jolongbayan Room, Lantai 2, Gedung B, LSPR Sudirman Park. Dengan melibatkan 6 delegasi, simulasi ini menggunakan dewan ECOSOC dengan topik “Eliminating corruption to address structural social inequality”. Selanjutnya, simulasi Beginner Level dilaksanakan pada tanggal 27 dan 28 April 2026 dengan partisipasi 22 delegasi. Kegiatan hari pertama bertempat di Ruang 17 (Gedung C) dan hari kedua di Ruang 27 (Gedung B) LSPR Sudirman Park. Kategori ini menggunakan dewan UNDP dengan topik “Redefining social protection system to prevent corruption and ensure equitable access”. Seluruh rangkaian simulasi dijalankan di bawah aturan Rules of Procedure (ROP) formal, mencakup sesi moderated caucus, unmoderated caucus, hingga tahap voting.

Puncak acara ditandai dengan pengumuman pemenang serta Closing Session yang dipandu oleh Adinda Kinanti Arifin selaku Master of Ceremony. Acara dilanjutkan dengan closing remarks oleh Clara Anya Vidinita Hutajulu selaku Ketua Pelaksana dan Presiden LSPR YDC, Sheidy Christy Taju selaku Ketua BEM LSPR 2025/2026, serta Rigel Desyano, S.I.Kom selaku Koordinator Klub Science and Media Center (SCM). Setelah sambutan, MC memberikan kesempatan kepada para chairs untuk mengumumkan peraih penghargaan. Pemenang pada kategori Advanced Level meliputi Best Delegate diraih oleh Kerryn Aqeela Salmon sebagai delegasi United States of America. Penghargaan Outstanding Delegate diberikan kepada Ghina Annafes Pakaya delegasi dari negara Indonesia, sementara Best Position Paper diraih oleh Aurelia Giacinta De Rosario sebagai delegasi negara South Africa. Sedangkan pemenang kategori Beginner Level diraih oleh Lady Amina delegasi dari Malaysia sebagai Best Delegate, Mevelyn Jonatan delegasi dari Prancis sebagai Most Outstanding Delegate, Erica Andrea Wangsadjadja delegasi dari Swedia sebagai Honorable Mention, serta Aliya Raisah Bahar delegasi dari Argentina dan Fayza Putri Hisyam delegasi dari Inggris sebagai Verbal Commendation.

Secara keseluruhan, MUN Class dan Simulation Beginner & Advanced Level 2026 berjalan dengan lancar dan mendapat antusiasme yang tinggi dari para peserta. Melalui evaluasi berbasis kinerja pada tingkat Advanced, kegiatan ini juga berfungsi sebagai mekanisme seleksi internal delegasi LSPR untuk ajang LSMUN 2026. Program ini diharapkan dapat terus menjadi wadah pengembangan diri bagi mahasiswa LSPR untuk menjadi individu yang kompeten secara global, memiliki kemampuan riset yang mendalam, serta mampu mengekspresikan gagasan secara persuasif dan diplomatik.













