Setelah menghadirkan Pameran Fotografi “TRANSISI” pada 4-5 Juli 2026 di Ruang Analoog, Wijaya Grand Centre, Jakarta Selatan, LSPR Photography Club kembali membawa “TRANSISI” ke dalam bentuk yang berbeda. Photobook pertama LSPR Photography Club ini hadir untuk mengembangkan lebih jauh karya dan cerita yang sebelumnya diperkenalkan melalui pameran.

“TRANSISI” mengangkat tema tentang perubahan, pertumbuhan, dan perjalanan setiap individu. Dalam pameran, cerita tersebut disampaikan melalui karya fotografi dan pengalaman ruang. Sementara itu, photobook memberikan kesempatan bagi pembaca untuk melihat karya secara lebih dekat, sekaligus mengenal cerita dan perspektif personal di baliknya.

Photobook ini menghadirkan karya dari 16 mahasiswa yang berasal dari seluruh fakultas di LSPR. Beragam latar belakang tersebut menghasilkan sudut pandang yang berbeda dalam melihat tema perubahan dan pertumbuhan. Keterlibatan mahasiswa sebagai artist juga menjadi bagian dari upaya LSPR Photography Club dalam menciptakan ruang yang inklusif untuk menyampaikan cerita dan perspektif mereka melalui fotografi.

Dalam proses pembuatannya, photobook “TRANSISI” mendapat dukungan penuh dari LSPR Institute of Communication and Business dengan melibatkan berbagai pihak dalam proses kreatif dan produksinya. Proses kurasi dilakukan bersama Mr. Christopher Junior, S.T., M.R.K., selaku kurator, serta Student Guidance Office (SGO) LSPR turut mendukung pengembangan narasi dalam photobook ini. Buku ini akan diterbitkan melalui LSPR Publishing.

Setelah sebelumnya diperkenalkan melalui pameran, photobook “TRANSISI” telah lolos kurasi dan akan dipamerkan untuk pertama kalinya dalam Indonesia Photo Fair (IPF) 2026 pada 18’20 September 2026 di Galeri Emiria Soenassa & Galeri S. Sudjojono, Taman Ismail Marzuki, Jakarta.

Melalui “TRANSISI”, LSPR Photography Club tidak hanya mengarsipkan karya dari sebuah pameran, tetapi juga menghadirkan kumpulan perspektif yang dapat dinikmati dan dilihat kembali dalam satu kesatuan. Photobook ini menjadi bagian dari perjalanan “TRANSISI” sekaligus pengingat bahwa setiap orang memiliki cara dan waktunya masing-masing dalam bertumbuh dan berubah.