Jakarta, 3 Juli 2026 – Lebih dari 500 mahasiswa Semester 6 Fakultas Komunikasi LSPR Institute of Communication and Business mempresentasikan berbagai communication project yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat melalui LSPR Communication Festival (COMMFEST) 2026, dengan tema Wave of Communication. Diselenggarakan pada 3–4 Juli 2026 dalam rangka peringatan 34 tahun LSPR Institute, COMMFEST 2026 hadir sebagai academic showcase yang menampilkan capaian pembelajaran berbasis Project-Based Learning (PBL), sekaligus menunjukkan bagaimana pendidikan komunikasi mampu menghasilkan solusi yang relevan bagi masyarakat, dunia usaha, pemerintah, dan industri. Acara ini turut didukung oleh Danareksa.
Untuk pertama kalinya, COMMFEST 2026 diselenggarakan secara kolaboratif lintas kampus dengan menghadirkan mahasiswa dari Program Studi Ilmu Komunikasi, Program Studi Desain Komunikasi Visual, dan Program Studi Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) Ilmu Komunikasi di bawah naungan Fakultas Komunikasi. Kegiatan berlangsung secara simultan di SMESCO Indonesia sebagai lokasi penyelenggaraan bagi mahasiswa Kampus Jakarta dan Bekasi, serta di LSPR Bali Campus bagi mahasiswa Program Studi PJJ Ilmu Komunikasi yang mengimplementasikan Community Development melalui pendekatan blended learning.
Academic showcase ini menampilkan karya mahasiswa dari berbagai peminatan, yaitu Global Digital Public Relations (GDPR), Global Marketing Communication (GMKTC), International Relations & Global Communication (IRGC), Broadcasting, Digital Media & Film (BDMF), Film, Videography & Photography (FVP), serta Digital Graphic Design Communication (DGDC). Berbagai proyek tersebut merepresentasikan kemampuan mahasiswa dalam mengintegrasikan strategi komunikasi, riset, produksi media, desain kreatif, pengembangan konten digital, hingga pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan lintas disiplin.
Salah satu capaian utama yang dipresentasikan dalam COMMFEST 2026 adalah hasil Community Development Project yang dilaksanakan oleh 21 kelas di berbagai wilayah Jabodetabek dan Bali. Program-program tersebut dikembangkan melalui kolaborasi dengan komunitas, pemerintah daerah, dan berbagai mitra lainnya termasuk UMKM binaan SMESCO Indonesia untuk menghasilkan program komunikasi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Seluruh Community Development Project dirancang dengan mengacu pada Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 1 (No Poverty), SDG 4 (Quality Education), SDG 5 (Gender Equality), SDG 13 (Climate Action), dan SDG 17 (Partnerships for the Goals). Melalui pendekatan tersebut, mahasiswa tidak hanya menguasai teori komunikasi, tetapi juga belajar merancang, mengimplementasikan, dan mengevaluasi program komunikasi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan.
Hingga penyelenggaraan COMMFEST 2026, 89 persen Community Development Project telah berhasil diselesaikan oleh mahasiswa Semester 6. Sementara itu, mahasiswa International Undergraduate Program (IUP) telah lebih dahulu mempresentasikan hasil Community Development Project mereka dalam forum akademik di Malaysia pada awal Juni 2026, sebagai bagian dari penguatan jejaring akademik internasional dan pengalaman pembelajaran global.
Sebagai academic showcase, COMMFEST 2026 menjadi titik temu seluruh capaian pembelajaran Semester 6. Berbagai proyek yang sebelumnya dilaksanakan secara terpisah di lokasi mitra masing-masing kini dipresentasikan dalam satu ekosistem kolaboratif yang memperlihatkan kekuatan lintas program studi, lintas peminatan, dan lintas kampus. Melalui pendekatan ini, publik, mitra industri, pemerintah, komunitas, dan dunia usaha dapat melihat secara komprehensif bagaimana pendidikan komunikasi di LSPR menghasilkan karya yang aplikatif, inovatif, dan berdampak.
Dekan Fakultas Komunikasi LSPR Institute, Dr. Sri Ulya Suskarwati, S.E., M.Si., menyatakan bahwa COMMFEST 2026 merupakan ekosistem pembelajaran dan representasi filosofi pendidikan LSPR yang menempatkan mahasiswa sebagai agen perubahan melalui komunikasi.
“COMMFEST 2026 merupakan wujud nyata bagaimana Project-Based Learning di Fakultas Komunikasi menghasilkan karya yang tidak berhenti di ruang kelas, tetapi hadir sebagai solusi yang menjawab kebutuhan masyarakat. Melalui kolaborasi dengan UMKM, komunitas, pemerintah daerah, serta berbagai mitra industri, mahasiswa belajar mengintegrasikan pengetahuan, kreativitas, dan kepedulian sosial dalam setiap proyek yang mereka jalankan. Academic showcase ini menunjukkan bahwa proses pembelajaran di Fakultas Komunikasi tidak hanya membangun kompetensi akademik, tetapi juga melahirkan lulusan yang adaptif, kolaboratif, berdaya saing global, dan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.”
Sementara itu, Ketua Pelaksana COMMFEST 2026, Salsabila Andi Akil, M.I.Kom., menjelaskan bahwa penyelenggaraan tahun ini menjadi tonggak baru dalam pelaksanaan COMMFEST.
“Selama ini, Community Development Project dilaksanakan oleh masing-masing kelas di lokasi mitra yang berbeda-beda. Tahun ini menjadi momentum pertama seluruh hasil pembelajaran tersebut dipertemukan dalam satu academic showcase yang merepresentasikan keseluruhan ekosistem pembelajaran Fakultas Komunikasi LSPR. COMMFEST 2026 menyatukan mahasiswa lintas program studi, lintas peminatan, dan lintas kampus, sehingga publik dapat melihat secara utuh bagaimana berbagai bidang komunikasi saling berkolaborasi menghasilkan solusi yang inovatif dan berdampak. Semangat kolaboratif inilah yang menjadi kekuatan utama COMMFEST tahun ini.”
Selain menjadi ruang apresiasi atas hasil pembelajaran, COMMFEST 2026 juga menjadi momentum transisi mahasiswa menuju dunia profesional. Setelah menyelesaikan Semester 6, mahasiswa akan memasuki program magang di industri dan dunia usaha serta mempersiapkan penyelesaian tugas akhir. Untuk memperkuat kesiapan tersebut, COMMFEST 2026 menghadirkan rangkaian talkshow bersama alumni LSPR dan praktisi industri yang berbagi pengalaman mengenai perkembangan industri komunikasi, tantangan dunia kerja, serta kompetensi yang dibutuhkan untuk menghadapi dunia profesional.
Sebagai bagian dari penguatan kompetensi lulusan, COMMFEST 2026 juga menyelenggarakan mini workshop yang mendukung pemenuhan Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI), antara lain pelatihan Digital Media Tools for Education serta pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) untuk riset, pengembangan proyek komunikasi, dan publikasi ilmiah. Kegiatan ini menjadi bekal bagi mahasiswa dalam menghadapi transformasi digital sekaligus mendukung penyelesaian tugas akhir secara lebih inovatif.
Mahasiswa semester 6 di Fakultas Komunikasi juga terus diperkuat kompetensi globalnya melalui pelaksanaan International Examination bersama berbagai perguruan tinggi mitra internasional, yaitu Edith Cowan University (ECU), ECU WAAPA, The Hague University of Applied Sciences (THUAS), dan Breda University of Applied Sciences (BUAS).
Sebagai bentuk apresiasi terhadap kualitas implementasi Community Development Project, COMMFEST 2026 memberikan penghargaan kepada proyek-proyek terbaik berdasarkan penilaian dewan juri yang mencakup aspek konsep program, pengembangan ide, kreativitas dan inovasi, serta kualitas implementasi program.
COMMFEST 2026 juga diselenggarakan melalui kolaborasi dengan Himpunan Mahasiswa Fakultas Komunikasi (HIMAKOM) yang menghadirkan berbagai kompetisi bagi mahasiswa perguruan tinggi maupun siswa SMA/sederajat. Kompetisi tersebut mengangkat kategori di bidang kreativitas, Public Relations, dan Digital Media Content, sebagai ruang bagi generasi muda untuk menunjukkan inovasi, kreativitas, serta kemampuan komunikasi yang relevan dengan perkembangan industri kreatif.
Sebagai bagian dari peringatan 34 tahun LSPR Institute, COMMFEST 2026 menegaskan komitmen Fakultas Komunikasi dalam menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi global, mampu berkolaborasi lintas disiplin, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta memiliki kepedulian sosial melalui implementasi komunikasi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Lebih dari sekadar festival, COMMFEST 2026 merupakan academic showcase yang merepresentasikan keseluruhan ekosistem pembelajaran Fakultas Komunikasi, mulai dari Project-Based Learning, Community Development, kolaborasi lintas program studi dan lintas kampus, penguatan kompetensi internasional, pembelajaran bersama alumni dan praktisi industri, hingga pengembangan keterampilan digital melalui program SKPI. Seluruh rangkaian tersebut menjadi jembatan yang mempersiapkan mahasiswa memasuki dunia kerja sekaligus memperkuat peran LSPR dalam menghasilkan lulusan komunikasi yang unggul, inovatif, dan berdampak.
*END*
Tentang LSPR Institute of Communication and Business
LSPR Institute of Communication and Business berdiri sejak 1 Juli 1992 adalah sebuah perguruan tinggi swasta memiliki tiga Fakultas, Fakultas Komunikasi, Fakultas Bisnis dan Fakultas Pendidikan Khusus. Saat ini LSPR Institute memiliki hampir seratus ribu lulusan. Data LSPR Career Centre menunjukkan tingkat serapan lulusan LSPR di dunia kerja mencapai 90% lulusan. LSPR Career Centre selain menyelenggarakan seminar dan pelatihan, menyediakan informasi lowongan pekerjaan, juga membantu menyalurkan alumni ke bidang pekerjaan yang mereka inginkan baik dalam dan luar negeri.
LSPR terakreditasi “Unggul” dari BAN – PT (Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi). Pada Tahun 2025, mendapatkan rekoginisi Internasional WURI RANK. Secara keseluruhan, LSPR menempati peringkat ke-268 dunia, sekaligus mendapatkan peringkat tiga besar sedunia,
- Peringkat 1 Dunia kategori Crisis Management
- Peringkat 2 Dunia kategori Student Support and Engagement
- Peringkat 3 Dunia kategori SDG-Based Responses to Global Challenges







