

United In Diversity (UID) Campus Bali merupakan tempat pembelajaran pengetahuan masa depan yang diresmikan langsung oleh Presiden RI ke-7 Joko Widodo pada tahun 2022 silam. UID Campus didirikan dengan harapan dapat menjadi wadah inovasi dan solusi kolaboratif dalam mewujudkan kebutuhan yang berkesinambungan. Pada Sabtu, 2 Mei 2026, UID Campus berkolaborasi dengan LSPR Bali menyelenggarakan talk show dan workshop bertema “Before You Actually Hired: A Career Preparation Talk – A strategic collaboration between UID and LSPR”.
Acara talk show dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama adalah pandangan perekrut terhadap kandidat pelamar melalui CV, sebagai first screening dan tahapan wawancara sebelum benar-benar direkrut. Ni Ketut Kardini selaku Director of Human Resources The Westin Ubud mengungkapkan, bahwa yang diperhatikan dalam CV oleh perekrut pada 10 detik pertama adalah kerapian dan ketelitian, termasuk tata penulisan. Selanjutnya, pada tahapan wawancara, hal pertama yang harus diperhatikan adalah penampilan yang bersih dan rapi untuk mencerminkan profesionalisme kandidat.

Sumber: Dokumentasi Pribadi LSPR News Bali
Meskipun penampilan menjadi yang pertama, nilai utama dari seorang kandidat adalah personal branding. Perekrut terlatih untuk mampu menilai karakter seorang kandidat melalui cara mereka berkomunikasi. Taktik ini dilakukan mengingat komunikasi merupakan nilai krusial, yang dapat menjadi awal permasalahan apabila tidak tersampaikan dengan baik. Disamping skill komunikasi, President UID Foundation, Tantowi Yahya mengatakan bahwa soft skill menjadi nilai tambah bagi seorang kandidat. Bisa berupa hobi seperti bermain sepak bola, basket, golf atau bahkan menguasai bahasa asing.
Talk show sesi kedua mengangkat tema “Expectation VS. Reality For New Professional”, membahas ekspektasi yang kenyataannya sangat jauh dari realita para pencari kerja. Pesan penting yang disampaikan adalah pekerjaan tidak selalu harus selaras dengan jurusan yang diambil ketika berkuliah. Pesan penting yang disampaikan adalah pekerjaan tidak harus selaras dengan jurusan semasa kuliah, tetapi kembali pada tujuan setiap individu bekerja. Apabila tujuannya untuk meningkatkan pengalaman, mereka dapat mengambil kesempatan bekerja sesuai kemampuan. Sehingga pekerjaan tersebut akan menjadi batu loncatan untuk mencapai jenjang karir yang diinginkan.
Sumber: Dokumentasi Pribadi LSPR News Bali
Setelah sesi talk show berakhir, acara beralih ke sesi workshop. Pada sesi ini, peserta dibagi menjadi tujuh kelompok dengan berbagai pembahasan yang berbeda. Salah satu contoh yaitu kelompok keenam yang mengangkat topik “Breaking Into Your First Job” bersama Robi Kurniawan, selaku fasilitator ahli dan Marketing Communication Manager di UID Foundation.
Uniknya, peserta dapat memilih kelompok secara mandiri sesuai dengan ketertarikan topik masing-masing individu. Satu kelompok berisikan kurang lebih 10 peserta didampingi oleh masing-masing satu fasilitator ahli dengan durasi 60 menit. Melalui workshop ini, peserta melakukan diskusi secara eksklusif bersama para fasilitator, yang memberikan peserta kesempatan untuk bertanya dan menyampaikan keluhan sesuai dengan masing-masing topik yang diharapkan.
Artikel ditulis oleh Dini Afiyatus Zahroh













