Jakarta, 5 Oktober 2026 –  Di tengah arus informasi digital yang berkembang sangat cepat, mahasiswa hampir tidak dapat dipisahkan dari penggunaan media digital dalam kehidupan sehari-hari. Pertanyaannya, apakah mahasiswa sudah benar-benar siap menghadapi dunia digital, atau justru hanya sekadar ikut arus tanpa pemahaman yang matang?  

Hal tersebut menjadi topik utama sekaligus penutup yang sangat relevan dalam KASTA-LOUGE: F.I.R.M. (Forum Isu, Remedi & Mahasiswa) Episode 4 yang diselenggarakan oleh Departemen Kajian Strategis BEM LSPR. Episode penutup kali ini dipandu oleh Mahdy Ari Sadhono sebagai host dan menghadirkan Mr. Okky Alparessi, S.I.Kom., M.Si. sebagai narasumber.  Beliau merupakan Dosen LSPR Institute, Alumni Batch 14, sekaligus The New L-Men of the Year 2020.

Mr. Okky Alparessi menjelaskan pentingnya mengubah sudut pandang dalam memanfaatkan platform digital saat ini agar tidak terjebak sebagai penonton pasif. Beliau menegaskan, “Kita harus bisa stop menggunakan sosial media sebagai pengguna saja, there are so many things that we can do with social media, kita bisa build personal branding, networking, jadi kalau semisal punya karya harus diposting.” Pernyataan tersebut mendorong mahasiswa untuk lebih

Dalam sesi diskusi yang mengupas empat pilar utama, yaitu digital skill, digital culture, digital ethics, dan digital safety, peserta juga diingatkan bahwa kebebasan berekspresi di media sosial harus disertai dengan tanggung jawab. Setiap konten yang dibuat maupun dibagikan memiliki dampak sosial, sehingga kesadaran untuk berpikir sebelum memposting menjadi hal yang krusial.  

Sebagai episode penutup rangkaian seri KASTA-LOGUE: F.I.R.M., episode ini sekaligus merefleksikan keseluruhan perjalanan program dalam mengawal isu-isu kampus. Departemen Kajian Strategis BEM LSPR berharap melalui penutupan ini, mahasiswa/i dapat terus terdorong untuk menjadi pengguna digital yang kritis, bijak, bertanggung jawab, serta mampu menjadikan teknologi sebagai sarana penunjang prestasi dan pengembangan kompetensi di masa depan. 

 

Artikel ditulis oleh Azzahra Najla Aulia