

Bali, 7 Agustus 2026 – Bentuk rasa kepedulian dengan sesama tidak harus diwujudkan dengan kegiatan besar dan megah. Dengan kehadiran, perhatian, dan bantuan sederhana juga dapat menjadi salah satu bentuk dukungan bagi mereka yang membutuhkan. Hal ini diwujudkan oleh Komunitas Mahasiswa Hindu Dharma (KMHD) LSPR Bali melalui kegiatan bakti sosial di Yayasan Sayangi Bali.
Dalam kegiatan yang berlangsung pada pagi hari, KMHD LSPR Bali menyalurkan bantuannya yang berasal dari kontribusi mahasiswa. Kunjungan ini tidak hanya menjadi momen untuk menyalurkan donasi, tetapi juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk berinteraksi dan mengenal lebih dekat kondisi yayasan serta anak-anak yang berada di dalam pengasuhannya.

Sumber: Dokumentasi Pribadi LSPR Bali
Di balik kegiatan sosial tersebut, terdapat cerita mengenai peran Yayasan Sayangi Bali dalam memberikan perlindungan dan pengasuhan kepada anak-anak yang membutuhkan. Berdasarkan wawancara bersama pengurus yayasan (7/8), Yayasan Sayangi Bali telah berdiri sejak tahun 2012 silam. Yayasan tersebut menerima dan mengasuh anak-anak yang dirujuk melalui Dinas Sosial dengan latar belakang yang beragam, termasuk anak-anak yang ditemukan dalam kondisi terlantar. Dengan demikian, Yayasan Sayangi Bali tidak secara khusus hanya berfokus pada anak berkebutuhan khusus, tetapi juga memberikan pengasuhan yang disesuaikan dengan kebutuhan anak-anak yang dirujuk oleh Dinas Sosial.
Kegiatan KMHD LSPR Bali menjadi salah satu bentuk keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan sosial. Dana yang dikumpulkan dari kontribusi mahasiswa kemudian disalurkan sebagai bantuan kepada Yayasan Sayangi Bali. Kegiatan tersebut berlangsung sederhana. Selain menyalurkan bantuan, mahasiswa juga berbincang dengan pihak yayasan dan mendapatkan kesempatan untuk mengetahui lebih jauh mengenai kondisi serta kehidupan anak-anak yang berada di sana. Interaksi secara langsung memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk melihat dibalik sebuah kegiatan donasi terdapat kegiatan pengasuhan yang berlangsung setiap hari.
Sumber: Dokumentasi Pribadi LSPR BaliSumber: Dokumentasi Pribadi LSPR Bali
Melalui kegiatan ini, mahasiswa juga dapat memahami bahwa kebutuhan anak-anak di yayasan tidak hanya berkaitan dengan bantuan sesaat. Mereka membutuhkan lingkungan yang aman, pengasuhan, perhatian, serta dukungan yang berkelanjutan. Kegiatan tersebut juga membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk melihat lebih dekat realitas anak-anak yang membutuhkan perlindungan dan pengasuhan.
Keberadaan Yayasan Sayangi Bali memperlihatkan bagaimana lembaga sosial dapat menjadi bagian dari proses penanganan anak terlantar bersama pihak terkait, termasuk Dinas Sosial. Bagi mahasiswa, pengalaman tersebut menjadi pengingat bahwa kepedulian sosial dapat dimulai dari langkah sederhana. Bantuan yang dikumpulkan dari banyak orang mungkin terlihat kecil secara individual, tetapi ketika dilakukan bersama, kontribusi tersebut dapat menjadi dukungan yang berarti bagi mereka yang membutuhkan.
Sumber: Dokumentasi Pribadi LSPR Bali
Kontribusi mahasiswa melaksanakan kunjungan menjadi kesempatan untuk berbagi sekaligus memahami bahwa di balik setiap bantuan yang diberikan terdapat kehidupan dan harapan yang perlu terus dijaga. Semua anak-anak yang lahir berhak atas kehidupan yang layak dan aman untuk mereka bertumbuh kembang.
Artikel ditulis oleh Ni Made Saisha Diva Sandriana
















