

‘Detoks Plastik Bali Resik’ menjadi slogan utama dari acara Talk Show dan Workshop KALAHARA. Program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan oleh AVANI PR Consultant, berkolaborasi dengan Non-Governmental Organization PlastikDetox pada Sabtu, 13 Juni 2026 di The Kul Kul Farm, Abiansemal. Acara ini hadir dan diselenggarakan untuk meningkatkan kesadaran serta partisipasi aktif pelaku UMKM dan masyarakat luas di Bali dalam mengurangi ketergantungan terhadap plastik sekali pakai.

Sumber: Dokumentasi Pribadi LSPR Bali
“Kami melihat warga Bali sebenarnya cukup peduli tentang lingkungan. Namun terkadang, pelaku usaha takut memulai karena cost yang tinggi, dan vendor juga belum banyak,” Ungkap Muhammad Rizqi Yudono, selaku Leader of AVANI PR Consultant (13/6). Rizqi melanjutkan, “Kami di sini hadir untuk memberitahu bahwa praktik sustainable kini sudah mudah di-reach out, jadi pelaku usaha sudah bisa mulai melakukan transisi.”
Dalam sesi Talk Show, 4 tokoh inspiratif turut hadir sebagai pembicara yang telah menerapkan business for sustainability. Tokoh tersebut di antaranya Oka Astama dari PlastikDetox, Brenda Lynn Ritchmond sebagai penggagas restoran berbasis vegan Bali Buda, serta Mey Hasibuan sebagai owner dari bisnis Eco-Fashion House of Inang. Selama sesi Talk Show, para pembicara berdiskusi dan saling berbagi pengalaman mengenai motivasi, inovasi, dan tantangan pengurangan plastik dalam kehidupan sehari-hari, yang selanjutnya diterapkan ke dalam ekosistem bisnis.

Sumber: Dokumentasi Pribadi LSPR Bali
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi Workshop Kreasi Kemasan Alami. Workshop ini memperkenalkan Ceper, sebuah wadah menyerupai mangkuk berbentuk persegi empat yang dibuat menggunakan janur, yang terinspirasi dari pembuatan wadah Canang Sari dalam budaya Bali. Dalam sesi ini, Ceper diciptakan sebagai inovasi alternatif kemasan berbahan alami yang ramah lingkungan. Berkolaborasi dan dipandu oleh tim Komunitas Mahasiswa Hindu Dharma (KMHD) LSPR Bali, peserta mengikuti langkah-langkah pembuatan Ceper, yang kemudian digunakan sebagai wadah kudapan sekaligus kenang-kenangan hasil kreasi peserta.
Acara ini mendapatkan sambutan positif dari Perbekel Desa Sibang Kaja. Masyarakat sekitar serta anak-anak muda juga turut hadir, menunjukkan tingginya antusiasme dan kesadaran dalam gerakan mengurangi sampah plastik sekali pakai.
Sumber: Dokumentasi Pribadi LSPR Bali
Dalam wawancara (13/6), Perbekel Desa Sibang Kaja, Ni Nyoman Rai Sudani, S.H. menyampaikan bahwa, kegiatan kolaborasi diskusi terkait pengelolaan sampah untuk mengurangi sampah plastik sekali pakai di desa sejalan dengan arahan Bupati Badung serta Gubernur Bali. Harapannya, agar kegiatan serupa dapat dilakukan secara berkesinambungan untuk mengedukasi masyarakat tingkat desa.
Artikel ditulis oleh Putu Raina Galuh Wika Supraba.














