Seiring perkembangan kecerdasan artifisial yang semakin memengaruhi pendidikan, komunikasi, riset, dan industri kreatif, LSPR Institute of Communication & Business terus memperkuat komitmennya dalam mempersiapkan sivitas akademika agar mampu memanfaatkan teknologi secara kritis, etis, dan produktif.

Sepanjang tahun 2026, LSPR menyelenggarakan LSPR Gemini Academy, sebuah inisiatif pengembangan kapabilitas AI yang dilaksanakan melalui kolaborasi dengan Google for Education dan Websis for Edu. Program ini melibatkan dosen dan mahasiswa dalam satu rangkaian pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada penggunaan perangkat AI, tetapi juga pada bagaimana generative AI dapat diintegrasikan secara bertanggung jawab ke dalam proses pembelajaran, riset, kreativitas, dan aktivitas akademik.

Penguatan Kapabilitas AI bagi Dosen

Rangkaian program diawali melalui LSPR Gemini Academy for Higher Education yang diselenggarakan secara daring pada 17–18 Juni 2026.

Program ini dirancang untuk memperkuat pemahaman dan keterampilan dosen dalam memanfaatkan generative AI untuk mendukung aktivitas akademik. Materi mencakup penggunaan Gemini dan NotebookLM, prompt engineering, pemanfaatan AI dalam riset, pengembangan materi pembelajaran, peningkatan produktivitas, serta prinsip penggunaan AI yang bertanggung jawab.

Peserta tidak hanya diperkenalkan pada kemampuan teknis teknologi, tetapi juga didorong untuk memahami bagaimana AI dapat digunakan dengan tetap mempertahankan peran penting manusia dalam proses pengambilan keputusan, berpikir kritis, validasi informasi, dan integritas akademik.

Setelah sesi pelatihan utama, peserta melanjutkan pembelajaran melalui 14-day applied learning sprint. Tahap ini dirancang agar peserta tidak berhenti pada pemahaman konseptual, tetapi mulai mengimplementasikan teknologi dalam konteks pekerjaan dan aktivitas akademik masing-masing.

Model ini menjadikan Gemini Academy bukan sekadar pelatihan penggunaan teknologi, tetapi sebagai proses pengembangan kapabilitas yang berkelanjutan. Peserta didorong untuk menerapkan hasil pembelajaran, mendokumentasikan praktik baik, dan menyebarluaskan pengetahuan yang diperoleh kepada rekan kerja maupun komunitas akademik yang lebih luas.

Berdasarkan Gemini Academy Higher Education Impact Dashboard, LSPR tercatat memiliki 363 certification evidence records, 11 kegiatan diseminasi yang terdokumentasi, serta 112 good-practice records. Praktik baik tersebut mencakup berbagai bentuk penerapan AI, seperti materi pembelajaran, proyek peserta, publikasi, serta portofolio digital yang menunjukkan bahwa pemanfaatan generative AI telah berkembang dari tahap pelatihan menuju implementasi nyata.

Program ini juga menjadi bagian dari inisiatif Gemini Academy Higher Education yang lebih luas, yang telah melibatkan 58 perguruan tinggi di 15 provinsi di Indonesia.

Memperluas Literasi AI yang Bertanggung Jawab kepada Mahasiswa

Setelah pelaksanaan program bagi dosen, LSPR memperluas inisiatif Gemini Academy kepada mahasiswa melalui LSPR Gemini Academy for Students yang dilaksanakan pada 28 Juli 2026.

Program mahasiswa berfokus pada penguatan literasi AI, pemahaman etika penggunaan generative AI, pemanfaatan Gemini dan NotebookLM, prompt engineering, serta penerapan AI dalam kegiatan pembelajaran dan pengembangan karya kreatif.

Mahasiswa tidak hanya diposisikan sebagai pengguna teknologi, tetapi juga sebagai individu yang perlu mampu mengambil keputusan secara kritis dan bertanggung jawab. Mereka didorong untuk memahami cara merancang prompt yang efektif, mengevaluasi kualitas informasi yang dihasilkan AI, mengenali keterbatasan dan potensi bias, serta menentukan kapan intervensi dan penilaian manusia tetap diperlukan.

Pembelajaran juga dikembangkan melalui pendekatan berbasis proyek. Mahasiswa diarahkan untuk menerjemahkan pemahamannya mengenai penggunaan AI yang bertanggung jawab ke dalam bentuk komunikasi yang dapat dipahami oleh masyarakat, salah satunya melalui pengembangan kampanye mengenai etika pemanfaatan AI.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya mempelajari prinsip etika AI secara konseptual, tetapi juga mengolahnya menjadi pesan komunikasi dan karya yang relevan dengan konteks sosial dan perkembangan teknologi saat ini.

Pendekatan ini sejalan dengan karakter akademik LSPR yang berada pada persimpangan antara komunikasi, kreativitas, media, bisnis, dan perkembangan teknologi digital.

Dari Pelatihan Menuju Ekosistem Pembelajaran AI

Dengan melibatkan dosen dan mahasiswa, LSPR Gemini Academy berkembang menjadi bagian dari ekosistem pembelajaran AI yang lebih luas di lingkungan institusi.

Dosen memperoleh ruang untuk mengeksplorasi pemanfaatan AI dalam proses pembelajaran, riset, dan produktivitas akademik. Sementara itu, mahasiswa dibekali kemampuan untuk menggunakan teknologi yang sama dengan tetap mempertahankan daya kritis, kreativitas, kesadaran etis, dan tanggung jawab.

Program ini membawa satu prinsip utama bahwa AI seharusnya memperkuat kemampuan manusia, bukan menggantikan penilaian dan peran manusia.

Implementasi Gemini Academy di LSPR juga mengadopsi pendekatan learn–apply–share. Peserta tidak hanya diarahkan untuk menyelesaikan pelatihan atau memperoleh sertifikasi, tetapi juga menerapkan hasil pembelajaran, menghasilkan bukti praktik, dan membagikan pengalaman tersebut kepada lingkungan akademik.

Pendekatan ini memungkinkan proses pembelajaran berkembang dari pencapaian individu menjadi proses berbagi pengetahuan di tingkat institusi.

Mempersiapkan Sivitas Akademika Menghadapi Masa Depan yang Didukung AI

LSPR Gemini Academy menjadi salah satu langkah penting dalam perjalanan transformasi digital LSPR Institute of Communication & Business.

Perkembangan generative AI membawa tantangan yang lebih besar daripada sekadar menyediakan akses terhadap teknologi baru. Perguruan tinggi juga memiliki peran untuk memastikan bahwa sivitas akademikanya memahami bagaimana, mengapa, dan kapan teknologi tersebut sebaiknya digunakan.

Melalui Gemini Academy, LSPR mengintegrasikan penguasaan teknologi dengan tanggung jawab akademik, kreativitas, pemikiran kritis, dan kesadaran etis dalam satu rangkaian pembelajaran.

Dengan menghubungkan pengembangan kompetensi dosen dengan literasi dan penerapan AI oleh mahasiswa, program ini menunjukkan komitmen LSPR untuk mempersiapkan sivitas akademika bukan hanya agar mampu beradaptasi terhadap perkembangan teknologi, tetapi juga mampu berperan aktif dalam menentukan bagaimana teknologi digunakan secara bertanggung jawab.

Di tengah masa depan pendidikan yang semakin melibatkan kolaborasi antara kecerdasan manusia dan kecerdasan artifisial, LSPR menempatkan manusia tetap sebagai pusat dari proses tersebut. Teknologi digunakan sebagai alat untuk memperluas kemampuan belajar, kreativitas, riset, dan kontribusi manusia yang bermakna.