Perubahan iklim merupakan ancaman global saat ini maupun di masa depan. Berbagai data menunjukkan bahwa Perubahan iklim berdampak pada terjadinya bencana alam mulai dari badai topan, badai siklon tropis, banjir, kekeringan, El Nino, kelaparan, dan berbagai bencana lainnya yang mengakibatkan hilangnya fungsi ekosistem yang berdampak pada terjadinya bencana ekologi.

Lebih lanjut, menurut data UNICEF (2021) krisis iklim merupakan ancaman terbesar anak-anak dan pemuda. Secara global, 1 miliar anak (nyaris setengah populasi anak dunia) tinggal di negara-negara dengan risiko sangat tinggi, menurut CCRI. Melihat berbagai data yang ada tentunya peran lembaga pendidikan sangat penting dalam upaya mengurangi dampak perubahan iklim.

LSPR Institute merupakan kampus yang sejak lama berkomitmen mengurangi dampak perubahan iklim. Salah satunya ialah LSPR Institute aktif mengirimkan Dosen untuk turut serta dalam pertemuan dan diskusi terkait perubahan iklim dan pengurangan risiko bencana di level internasional seperti pertemuan Review Midterm Sendai Framework di Markas Besar PBB, dan COP 28 pada tanggal 30 November-12 Desember di Dubai. 

Dosen LSPR Institute dan selaku Expertise Lecturer LSPR SDGs Centre Dr. Muhamad Hidayat menjelaskan komitmen LSPR juga tercerminkan melalui program kemahasiswaan, dan juga mengimplementasikan ESG (Environmental, Social dan Governance). Pada lingkungan kampus LSPR menerapkan pengurangan sampah plastik dan kertas, dan akan menggunakan kendaraan listrik dalam operasionalnya sesuai semangat Founder dan CEO Dr. (H.C) Prita Kemal Gani.

Aksi kolektif sangat diperlukan untuk mengurangi dampak perubahan iklim, terlebih lagi saat ini kita masuk pada fase pendidihan global yang berarti semua lapisan masyarakat harus melakukan aksi nyata untuk menyelamatkan bumi.