London School of Public Relations Institute (LSPR) berhasil masuk dalam pemeringkatan tiga besar dalam beberapa kategori World University Rankings for Innovation (WURI) tahun 2025.
Dalam pengumuman pemeringkatan WURI 2025 yang digelar secara global pada 10 Juli 2025, LSPR meraih prestasi:
Peringkat 1 Dunia: Crisis Management.
LSPR unggul melalui program Peningkatan Kapasitas Mitigasi Bencana dan Adaptasi Perubahan Iklim bagi Masyarakat Adat di Bali. Program ini menggabungkan kearifan lokal dan sains modern untuk membangun ketangguhan masyarakat dalam menghadapi bencana dan perubahan iklim, menjadikan LSPR sebagai pionir dalam pendekatan holistik berbasis komunitas.
Peringkat 2 Dunia: Student Support and Engagement.
Melalui program Membangun Ketangguhan: Kesehatan Mental dan Kesejahteraan Mahasiswa, LSPR menginisiasi pembentukan peer support group bersama BEM dan Departemen Kemahasiswaan. Mahasiswa dilatih dalam pertolongan pertama psikologis dan kepemimpinan, bekerja sama dengan Student Guidance Office (SGO) dalam menciptakan kampus yang inklusif, aman, dan suportif.
Peringkat 3 Dunia: SDG’s Based Responses.
LSPR juga diakui atas pembuatan dan penerapan Silabus Keberlanjutan LSPR yang mengintegrasikan 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) ke dalam kurikulum. Mahasiswa dilatih untuk memahami isu global secara interdisipliner, sekaligus mempraktikkan strategi komunikasi untuk mendukung pembangunan berkelanjutan. Prestasi ini menempatkan LSPR dalam peringkat ke-268 dunia di antara 1.253 universitas dari 87 negara yang berpartisipasi dalam WURI 2025. Sebagai informasi, World University Rankings for Innovation (WURI) adalah sistem pemeringkatan global yang menilai berdasarkan pada inovasi nyata, dampak sosial, dan kontribusi terhadap tantangan dunia modern.
Berbeda dari sistem pemeringkatan tradisional yang cenderung menekankan pada publikasi ilmiah, atau jumlah profesor bergelar doktor, indikator WURI didasarkan kepada inovasi, implementasi, dan dampak nyata dari perguruan tinggi terhadap berbagai permasalahan global.
Perguruan tinggi empati dan berdampak
Pendiri dan CEO LSPR, Prita Kemal Gani menyampaikan (17/7/2025), pendidikan tinggi harus selalu berdampak nyata dan berpihak pada kemanusiaan. “Prestasi ini adalah bukti nyata bahwa inovasi dan kepedulian sosial bisa berjalan beriringan dalam dunia pendidikan,” ujarnya.
“LSPR Institute terus berupaya merancang program yang tidak hanya relevan, tetapi juga memberikan kontribusi langsung terhadap masyarakat dan berdampak kepada isu global,” lanjutnya.
Hal senada disampaikan Rektor LSPR, Associate Prof. Andre Ikhsano yang menegaskan, pendidikan tidak boleh hanya menghasilkan lulusan pintar, tapi juga peduli. “Bahwa mahasiswa yang pulang membawa empati, keberanian, dan kesadaran sosial adalah warisan paling berharga bagi bangsa ini,” ujarnya.
Dalam kesempatan sama, Director of Quality Assurance LSPR, Vanny Adriani menegaskan, seluruh inisiatif inovasi hingga implementasi datang dari mahasiswa dan juga dosen. “Semua berangkat dari POV (point of view) mahasiswa. Mereka terjun langsung ke lapangan dan bersama dosen pendamping mencari solusi atas permasalahan yang ada di masyarakat,” jelasnya.
Head of LSPR Center for Crisis and Resilience LSPR, Muhammad Hidayat menambahkan, melalui community service mahasiswa diajak menjadi agen perubahan. Perguruan tinggi tidak hanya menjadi “menara gading” melainkan menjadi “menara air” yang berdampak nyata.
“Dengan keilmuan yang dimiliki, mereka mencari solusi melalui kearifan lokal yang ada di tengah masyarakat,” jelas Hidayat.
Executive Director LSPR, Ghina Amani Kemal Gani memaparkan, tranformasi pun dilakukan dalam internal LSPR Institute dengan beradaptasi terhadap era digital di dunia pendidikan tinggi. Dia menjelaskan, pihaknya kini telah mengimplementasikan LMS (learning management system) dalam seluruh proses layanan dan pembelajaran di LSPR.
“Termasuk dalam Student Support and Engagement, di mana LSPR meraih posisi terbaik dua dunia untuk program Building Resilience: Mental Health and Well Being,” ungkap Ghina. “LSPR memberi ruang-ruang di mana mahasiswa untuk tumbuh menjadi manusia seutuhnya,” tambahnya.
Pendiri LSPR di akhir pemaparan menegaskan bahwa capaian prestasi ini bukanlah akhir melainkan justru awal dari perjalanan. “Karena selama masih ada krisis yang harus dijawab, jiwa yang perlu didengar, dan dunia yang menunggu perubahan, LSPR akan terus berjalan, menyinari, dan menginspirasi,” pungkasnya.

