MENEMUKAN JATI DIRI DI PANGGUNG GLOBAL: 

Sebuah Langkah Menuju Masa Depan

 

Perjalanan karier sering kali dimulai dari keputusan-keputusan kecil yang diambil semasa kuliah. 

Dimulai dari memilih mata kuliah, aktif di diskusi kelas, atau mencoba magang pertama, secara perlahan membantu seseorang memahami minat dan arah yang ingin ia tuju.

Proses itu yang dialami Renis Misi Andini, alumni LSPR Batch XII, yang kini berkarier sebagai Officer Gas Brand Management di PT Pertamina Patra Niaga.

Bagi Renis, masa kuliah bukan sekadar ruang kelas dan tugas, melainkan sebuah perjalanan tentang masa muda yang penuh semangat dan jatuh bangun yang menguatkan.

“Kuliah di LSPR adalah tentang proses menemukan diri. Dari ruang kelas, diskusi, tugas, hingga tawa bersama teman-teman, semuanya menjadi kenangan yang membentuk langkah hari ini,” kata Renis.

Renis menyadari bahwa bertemu dengan dosen yang tidak hanya akademisi tetapi juga praktisi profesional membuat setiap pelajaran terasa hidup. Teori bertemu praktik, dan pengalaman nyata yang dibagikan menjadi bekal berharga. 

Ia belajar bahwa ilmu bukan hanya untuk dipahami, tetapi untuk dijalani. Keterampilan dan pola pikir yang ia asah di bangku kuliah kini menjadi senjata utamanya dalam menghadapi tantangan profesional sehari-hari di dunia korporat.

Kini, kerja lintas negara bukan lagi sesuatu yang jauh. Kolaborasi daring, klien dari luar negeri, dan standar kerja internasional menjadi bagian dari rutinitas banyak lulusan sejak awal karier mereka.

“Kita tidak lagi hanya menjadi anggota sebuah negara, melainkan warga global (global citizens),” kata Renis.

Itulah sebabnya, mengapa LSPR Institute mentransformasi kurikulumnya dengan menyematkan kata “Global” dan “Digital” pada program studinya, seperti Global Digital Public Relations, Global Marketing Communication, hingga International Relations & Global Communication,.

Prita Kemal Gani, Founder & CEO LSPR, menekankan bahwa pola pikir global (global mindset) sangat krusial. Mahasiswa dipersiapkan untuk mampu berkomunikasi lintas budaya, berkolaborasi lintas batas, dan memiliki standar kompetensi internasional.

 

Bukti Nyata: Dari Teori ke Praktik Global

Pilihan yang tepat saat kuliah membuka pintu kesempatan semakin lebar. Nadya Anzani (Batch 18) misalnya. Dia kini menjadi seorang Senior Account Manager di Petrie PR, sebuah boutique agency yang beroperasi di Asia (Singapura, Hongkong, Shanghai). 

Bagi Nadya, menjadi seorang PR membuka dunianya. Ia tidak hanya berinteraksi dengan rekan kerja lokal, tetapi bertemu dengan General Manager, direktur, dan taste makers dari berbagai negara. 

Profesinya membuktikan bahwa komunikasi adalah jembatan yang menghubungkan kita dengan dunia luar.

Disini ada Anggia Widarsa yang berkarier di Bali sebagai Head of Marketing sekaligus Project Manager di creative agency. Di era digital, Anggia menangani puluhan klien dengan strategi yang berbasis data dan perilaku konsumen (consumer behavior). 

Ia membuktikan bahwa pemasaran di era digital bukan sekadar jualan, melainkan tentang strategic thinking dan membangun nilai jenama (brand value) yang relevan dengan tren global,.

“Memilih karier di era digital bukan hanya soal kecerdasan intelektual,” kata Dr. Joe Harianto Setiawan, Kaprodi Komunikasi. Menurut Setiawan, kesuksesan dibentuk dari kombinasi 30% Knowledge (Pengetahuan), 40% Skill (Keterampilan), dan 30% Attitude (Sikap). Di dunia kerja, anak-anak muda dikenal karena keterampilan mereka yang siap pakai, namun sikap pantang menyerah dan karakter yang baiklah yang membuat mereka diandalkan.

Tentukan Pilihanmu Sekarang

Pilihan yang diambil hari ini; memilih jurusan, mengasah keterampilan, atau berani mencoba jalur yang berbeda, akan membentuk pengalaman kerja beberapa tahun ke depan.

Dalam memilih jurusan atau konsentrasi untuk masa depanmu, jangan hanya ikut-ikutan teman atau pasangan. Ingatlah tiga nasihat utama untuk meraih karier impian:

  1. Follow your passion: Apa yang benar-benar kamu cintai?
  2. Sharpen your skill: Apa keahlian yang ingin kamu asah?
  3. Have a purpose: Bagaimana kemampuanmu bisa membuat perbedaan di dunia ini?.

Seperti Renis dan para alumni lainnya, langkah besar selalu dimulai dari keberanian untuk memilih jalur yang sesuai dengan minat dan potensi diri. Jadilah warga global yang siap berkarya. 

Kontribusi tidak selalu datang dalam bentuk besar, tetapi melalui peran nyata yang dijalani secara konsisten dan bertanggung jawab.