

Jakarta, 24 April 2026 – LSPR menggelar acara Cakrawala Ambassador Talks Volume 8 yang kali ini berkolaborasi dengan ASEAN Talks, mengangkat tema: “Bridging Regions through Soft Power: Hungary’s Public Diplomacy toward ASEAN in the Era of Global Fragmentation.” yang dihadiri oleh seluruh mahasiswa International Relations Communication (IRC) batch 27 dan batch 28. Forum yang berlangsung dari pukul 13.15 hingga 16.00 WIB di Prof. Dr. Djajusman Auditorium & Performance Hall LSPR Institute of Communication & Business, Jakarta ini menghadirkan H.E. Lilla Karsay, Duta Besar Hungaria untuk Indonesia, sebagai Honorary Speaker. Acara ini menjadi ruang pertemuan antara dunia akademik dan praktik diplomasi nyata yang merupakan sebuah kesempatan yang jarang mahasiswa dapatkan hanya dari buku teks atau referensi akademik.
Sumber: Dokumentasi Pribadi LSPR News
Di era fragmentasi global, diplomasi tidak lagi ditentukan oleh kekuatan, melainkan oleh kemampuan untuk memberikan pengaruh melalui hubungan, budaya, dan komunikasi. Diskusi ini mengupas bagaimana Hungaria memanfaatkan diplomasi publik dan soft power untuk memperkuat keterlibatannya dengan ASEAN serta menjembatani wilayah-wilayah di tengah dunia yang terus berubah dengan cepat. Maka dapat dikatakan bahwa Diplomasi bukan sekadar politik antarnegara. Ini tentang bagaimana caranya membentuk diri untuk dapat memengaruhi orang lain dan siapa yang layak menjadi pemimpinnya.
Sumber: Dokumentasi Pribadi LSPR News
Karsay menegaskan bahwa sejarah menunjukkan bangsa-bangsa yang bertahan dan berpengaruh bukan karena kekuatan militer atau ekonominya semata, melainkan karena kemampuan mereka membangun kepercayaan (trust) yang menjadi satu-satunya fondasi hubungan yang berkelanjutan. Kemudian untuk soft power yang menurut Karsay, kini semakin relevan karena memungkinkan suatu negara membangun daya tarik tanpa paksaan (attraction over coercion), membangun kredibilitas tanpa tekanan, serta membangun hubungan jangka panjang dan pengaruh tanpa kekerasan.

Sumber: Dokumentasi Pribadi LSPR News
Dalam praktisinya public diplomacy, beberapa pilar yang dilakukan dalam berdiploasi diantaranya ada Culture Events, yang menampilkan identitas nasional melalui pertukaran budaya sebagai wajah negara di mata dunia. Kemudian Relationship-Building, dengan membangun jaringan bisnis dan persahabatan yang menjadi modal diplomasi sebagai representasi sebuah negara. Tak hanya itu, Media & Sosial Media yang menggunakan platform digital untuk menjelaskan narasi negara secara visual, cepat, dan interaktif. Pendidikan juga tak kalah penting, yakni melakukan study exchange dalam meningkatkan hubungan juga kualitas pendidikan negara. Hal ini merupakan cara nyata diplomasi dalam memperkuat keterlibatannya dengan kawasan ASEAN bukan melalui kekuatan, tetapi melalui kepercayaan (trust) yang dibangun perlahan dan konsisten.

Sumber: Dokumentasi Pribadi LSPR News
Acara ini menjadi salah satu momen penting bagi mahasiswa IRC LSPR untuk belajar diplomasi sebagaimana ia sesungguhnya dijalankan, bukan dari teks akademik, melainkan dari pengalaman hidup seorang diplomat yang telah membangun kepercayaan lintas batas negara.cara dilanjut dengan sesi tanya jawab kemudian sesi kuis. Kemudian acara dilanjut dengan sesi tanya jawab dan menjawab kuis dan acara ditutup dengan sesi foto bersama.
Artikel ditulis oleh Regina Valencia Elizabeth Kaunang













