

Bandung, 24 Februari 2026 – Dalam upaya memperkuat sinergi antarperguruan tinggi dan mendorong peningkatan mutu kelembagaan, LSPR Institute of Communication and Business (LSPR Institute) melakukan kunjungan benchmarking ke Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR), Bandung. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen LSPR Institute dalam memperkuat transformasi institusi, tata kelola akademik, serta pengembangan riset dan pengabdian kepada masyarakat.

Kunjungan yang berlangsung di Kantor Rektorat UNPAR tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan dan pengelola unit strategis dari kedua institusi. Dari pihak LSPR Institute, delegasi dipimpin oleh Prof. Dr. Suraya selaku Direktur LP2M, bersama:
- Vanny Adriani, M.Si – Head of IQA Department
- Dr. Rani Chandra O. – Direktur London School Academy & Head of Community Service
- Mary Lemona, M.Si – Head of Student Service Centre Department
- Raymond Siregar, MBA – Coordinator Programme Prevention Retention & Reconnect (PRR)
- Wulan Yulianti, M.I.Kom – Assistant to Vice Rector I & Coordinator for Administrative Assistant (AA) & Administration Assistant for Teaching Learning Process
- Emilya Setyaningtyas, M.I.Kom, IAPR – Head of Communication Reputation Department (CRD)
- Della Melianie Hery – Intern CRD
Sementara itu, UNPAR menyambut kunjungan ini melalui perwakilan pimpinan universitas, yaitu:
- Sylvia Yazid, S.IP., MPPM, Ph.D – Sekretaris Universitas
- Dr. Ir. Franciscus Rian Pratikto – Ketua Tim Transformasi
- Dr. Ir. Carles Sitompul – Kepala Lembaga Penjaminan Mutu (diwakili oleh Bapak Feri dan Bapak Jovid)
- Prof. Dr. Julius Dharma Lesmono – Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
- Prof. Ir. Ratna Frida Susanti, Ph.D – Direktur Direktorat Akademik
- Dr. Orpha Jane – Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
- Bapak Agustinus Wisnu Rumono, M.Kom – Kepala Kantor Sekretariat Rektorat
Diskusi benchmarking membahas sejumlah isu strategis, antara lain transformasi perguruan tinggi, penjaminan mutu, tata kelola penelitian dan pengabdian kepada masyarakat (PkM), sistem pembelajaran dan pelaporan akademik, hingga strategi student retention.

Melalui kunjungan ini, kedua institusi membuka peluang kolaborasi, termasuk rencana joint paper antara dosen LSPR dan UNPAR. Benchmarking ini tidak hanya menjadi ajang berbagi praktik baik (best practices), tetapi juga momentum untuk membangun kerja sama strategis dalam pengembangan institusi yang adaptif dan berkelanjutan.
Dengan semangat kolaborasi dan transformasi, LSPR Institute berharap sinergi ini dapat mendorong peningkatan kualitas tata kelola, akademik, serta reputasi institusi di tingkat nasional maupun internasional.













