LSPR Institute of Communication and Business kembali mengukir prestasi membanggakan di panggung internasional. Institusi pendidikan tinggi kebanggaan Indonesia ini resmi masuk dalam shortlist THE Awards Asia 2026 untuk kategori Outstanding Contribution to Environmental Leadership. Pengumuman dapat dilihat melalui website THE AWARDS ASIA https://theawardsasia.com/2026/en/page/shortlist?utm_source=event&utm_medium=email&utm_campaign=awards-asia-26&utm_content=20-01-26-shortlist-announcement.

Ini sekaligus, LSPR Institute of Communication and Business menjadi satu-satunya perwakilan Indonesia dalam kategori tersebut. Bagi LSPR pencapaian ini membanggakan sekaligus tantangan. “Bagi kami, pencapaian ini memicu kami untuk bekerja lebih keras lagi,” kata Emilya Setyaningtyas, Head of Communication Reputation LSPR.

Pencapaian ini memiliki makna yang sangat istimewa. THE Awards Asia dikenal sebagai ajang bergengsi yang memberikan pengakuan internasional terhadap kepemimpinan luar biasa dan kinerja institusi pendidikan tinggi di seluruh Asia. Penilaian tidak semata bertumpu pada reputasi, melainkan pada bagaimana sebuah universitas merancang strategi yang jelas. Dan yang lebih penting lagi adalah eksekusinya yang unggul, serta menghasilkan dampak nyata yang dapat dibuktikan.

Dalam proses seleksi, para juri menaruh perhatian besar pada kemampuan institusi dalam menggabungkan perencanaan dan strategi yang matang dengan implementasi yang efektif. Mereka menilai sejauh mana keberhasilan dapat ditunjukkan melalui data dan metrik yang kuat, sekaligus disampaikan melalui narasi yang mencerminkan dampak positif bagi mahasiswa, industri, dan masyarakat. 

Inovasi menjadi kata kunci, terutama ketika sebuah institusi mampu menghadirkan solusi kreatif atas tantangan umum pendidikan tinggi, meningkatkan kinerjanya secara signifikan, serta memperluas dampaknya. Nilai tambah yang penting adalah ketika praktik-praktik unggulan tersebut tidak hanya berhasil di satu kampus, tetapi juga berpotensi diterapkan dan menginspirasi institusi pendidikan tinggi lainnya.

Masuknya LSPR Institute of Communication and Business ke dalam shortlist menjadi penegasan bahwa pendekatan LSPR dalam membangun kepemimpinan berbasis lingkungan. LSPR Institute of Communication and Business, melalui Centre for Crisis and Resilience Studies (LSPR CCRS), memimpin Program Desa Ketangguhan dan Inklusi (Desa ReAKSI) untuk memperkuat ketahanan lingkungan dan sosial di Sukabumi, Bali, Kepulauan Mentawai, dan Jakarta (Indonesia). Program ini melibatkan kelompok rentan perempuan, pemuda, masyarakat adat, dan penyandang disabilitas melalui lokakarya partisipatif, simulasi kebencanaan, serta pembelajaran berbasis budaya yang memadukan storytelling dengan kearifan lokal. Lebih dari 500 orang telah berpartisipasi secara langsung dan 1.500 orang lainnya telah dijangkau melalui berbagai kampanye, sehingga meningkatkan literasi kebencanaan dan kapasitas adaptif masyarakat.

Integrasi nilai-nilai tradisional seperti Tri Hita Karana (sebuah filosofi yang secara umum dimaknai sebagai “tiga penyebab kesejahteraan”) dengan praktik ketahanan modern mendorong rasa kepemilikan komunitas serta keberlanjutan jangka panjang. Didukung oleh 13 publikasi jurnal, dua buku akademik, dan platform Resilience Forum, LSPR CCRS telah memposisikan LSPR sebagai pemimpin dalam ketahanan yang inklusif. Dampak global ini diakui melalui pencapaian LSPR yang menempati peringkat pertama dunia dalam bidang manajemen krisis pada World University Rankings for Innovation 2025, yang menegaskan komitmennya dalam membangun komunitas yang lebih aman dan tangguh.

Editor Times Higher Education, Chris Havergal, turut menyampaikan apresiasinya terhadap kualitas para finalis. Ia menyebut bahwa edisi kedelapan THE Awards Asia menghadirkan ratusan kisah inspiratif dari seluruh penjuru Asia, mencerminkan keberagaman, vitalitas, serta dedikasi luar biasa institusi pendidikan tinggi. 

Menurutnya, shortlist tahun 2026 dipenuhi cerita tentang visi besar, inovasi, dan komitmen yang kuat, serta menjadi pengingat bahwa gagasan-gagasan terobosan dapat tumbuh di institusi dengan berbagai ukuran dan misi. Ia juga menegaskan bahwa mencapai tahap final di tahun yang sangat kompetitif ini adalah pencapaian yang patut dibanggakan.

Lebih membanggakan lagi, LSPR berdiri sejajar dengan universitas-universitas papan atas Asia seperti National University of Singapore, Hiroshima University, Kyung Hee University, İzmir University of Economics, Prince of Songkla University, Ubon Ratchathani University, dan Beaconhouse National University.

Pengakuan ini bukan sekadar prestasi institusional, melainkan sebuah inspirasi bagi pendidikan tinggi Indonesia. “LSPR menunjukkan bahwa dengan visi yang kuat, inovasi berkelanjutan, serta komitmen pada dampak nyata, institusi Indonesia mampu bersaing dan diakui di tingkat Asia,” kata Emilya.

Lebih dari tiga dekade mewarnai dunia pendidikan tanah air, LSPR Institute of Communication and Business terus membuktikan bahwa dedikasinya tidak surut, justru semakin kuat.

Selamat kepada seluruh sivitas akademika LSPR Institute of Communication & Business. Langkah ini menegaskan bahwa kualitas, kepemimpinan, dan keberanian untuk berinovasi akan selalu menemukan tempatnya di panggung global.