

Pada tanggal 2 Februari 2026, dilaksanakannya drama musikal berjudul “NOVARA : The Lost Crystal” di The Amani Palladium Theatre, LSPR Transpark Bekasi. Drama musikal ini merupakan sebuah cerita fantasi yang dibawakan oleh siswa-siswi London School Beyond Academy (LSBA). Pertunjukkan ini tentunya disambut oleh Bu Prita Kemal Ghani, para dosen LSPR & LSBA, serta orang tua murid yang turut mengapresiasi jerih payah sang anak dalam mempersembahkan drama musikal yang spektakuler ini.
Sumber: Dokumentasi Pribadi LSPR News
Dalam wawancara tanya jawab perihal drama musikal ini, Bu Prita Kemal Ghani menyatakan “Drama musikal ini merupakan pertunjukan ke-7, setiap tahun diselenggarakannya drama musikal ini bertujuan supaya anak-anak bisa berlatih, mereka bisa tampil, dan kemudian membangun teamwork untuk bekerja sama. Lalu untuk orang tua, agar bisa melihat anak-anaknya bisa mempunyai pengalaman yang baik dalam menerjemahkan kehidupan sehari-hari dalam drama musikal. Ini penting agar menjadi motivasi bahwa anak berkebutuhan khusus juga punya talenta, mereka juga ingin dilihat, diperhatikan, dan dipuji,”.
Bu Prita Kemal Ghani mengungkapkan “Perubahan yang diharapkan terhadap persepsi publik terhadap individu dengan disabilitas melalui acara ini adalah kepercayaan. Tumbuh kepercayaan bahwa mereka bisa, mereka dapat melakukan sesuatu sama dengan kita, hanya caranya saja yang berbeda. Mereka sangat butuh dukungan & kepercayaan dari orang tua, masyarakat, dari kita semua untuk memberi semangat dan percaya bahwa mereka bisa,”. Dukungan dan kepercayaan sangat krusial, agar anak dapat membangun rasa percaya diri, berkembang, dan dapat merasakan hak yang setara sebagai manusia.
Sumber: Dokumentasi Pribadi LSPR News
Tentunya acara drama musikal ini tidak akan berjalan lancar tanpa semangat siswa-siswi LSBA, dukungan orang tua, dosen, para tim di belakang layar, dan yang terutama adalah lingkungan. Di tengah keterbatasan yang sering dianggap hambatan ini, merekalah yang justru menjadi sumber energi pertama sepanjang kegiatan berlangsung. Senyum, usaha, dan keberanian mereka dalam terus mencoba membuat setiap rangkaian acara terasa berarti dan bermakna. Tanpa semangat mereka, kegiatan ini hanya akan menjadi agenda biasa, namun dengan antusiasme, acara ini berubah menjadi ruang belajar tentang ketulusan, ketangguhan, dan harapan.
Artikel ditulis oleh Nauva Aulia













