

SGO bersama PT OAS berkolaborasi dalam penyelenggaraan seminar Anti Kekerasan 2026 bertajuk “Beyond Silence: Confidence, Boundaries, and Respect for Everyone” pada Jumat, 22 Mei 2026. Kegiatan ini diadakan sebagai bentuk kepedulian terhadap meningkatnya kasus pelecehan, kekerasan fisik, maupun kekerasan seksual yang kerap terjadi di lingkungan sekitar maupun media sosial. Melalui berbagai perspektif yang dihadirkan, mulai dari praktisi, akademisi, hingga mahasiswa, peserta diajak untuk lebih peka terhadap isu kekerasan dan berani menetapkan batasan diri (boundaries) dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan seminar ini dilaksanakan secara hybrid di Prof. Dr. Djajusman Auditorium & Performance Hall LSPR Sudirman Park, Jakarta, serta melalui Zoom Meeting. Acara berlangsung pukul 13.00 WIB hingga 15.30 WIB dan diwajibkan bagi mahasiswa dari beberapa fakultas dan batch yang telah ditentukan.

Sumber: Dokumentasi Pribadi LSPR News
Dalam seminar ini, SGO menghadirkan tiga pembicara yang kompeten di bidangnya, yaitu Ms. Vanessa Angelina selaku Junior Digital Strategist Organika Alam Semesta (PT OAS) sekaligus alumni dari LSPR, Mrs. Sophia Bernadette, S.E., M.I.Kom selaku anggota Satgas PPKPT dan dosen LSPR, serta Nayla Putri Yunanda dari BEM LSPR Batch 28. Ketiga narasumber membahas isu anti kekerasan dari sudut pandang profesional, akademis, dan pengalaman mahasiswa. Bahkan Nayla Putri sebagai mahasiswa juga menceritakan pengalamannya di masa lalu yang berhubungan dengan kekerasan, cara mengatasi, hingga peran teman dan keluarga di sekitarnya.

Sumber: Dokumentasi Pribadi LSPR News
Melalui seminar “Beyond Silence”, peserta diharapkan tidak hanya memperoleh wawasan mengenai bentuk-bentuk kekerasan dan cara pencegahannya, tetapi juga mampu membangun rasa percaya diri untuk bersuara ketika menghadapi tindakan yang melanggar batas dan merugikan diri sendiri maupun orang lain. Kegiatan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa menciptakan lingkungan yang aman dan penuh rasa hormat merupakan tanggung jawab bersama. Dengan meningkatnya kesadaran sosial terhadap isu kekerasan, diharapkan mahasiswa dapat menjadi agen perubahan yang membawa budaya saling menghargai di lingkungan kampus maupun masyarakat luas.
Artikel ditulis oleh Nisa Zahara












