

Jakarta Utara – Pada 20-21 Juni 2026 Mahasiswa Program Studi Komunikasi Hubungan Internasional kelas IRC27-1SP LSPR Institute of Communication and Business sukses melaksanakan Program Pulo Sehati di Kampung Marunda Pulo, Kelurahan Marunda, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara. Program yang merupakan bagian dari kegiatan Community Development ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pengelolaan sampah berkelanjutan melalui edukasi, pemberian fasilitas pendukung, serta pelibatan aktif warga dalam berbagai kegiatan lingkungan.
Kampung Marunda Pulo dipilih sebagai lokasi pelaksanaan program karena merupakan kawasan pesisir yang menghadapi berbagai tantangan lingkungan, seperti penumpukan sampah dan pencemaran. Melalui Program Pulo Sehati, mahasiswa berupaya menghadirkan solusi yang tidak hanya bersifat edukatif, tetapi juga dapat diterapkan secara langsung oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

Pada hari pertama kegiatan, mahasiswa melaksanakan penyuluhan mengenai pengelolaan sampah dan memperkenalkan Unit Produksi Biochar (UPB) kepada masyarakat. Peresmian UPB ditandai dengan penandatanganan surat hibah sebagai bentuk komitmen bersama dalam mendukung pengelolaan sampah organik yang lebih berkelanjutan. Selain itu, tim Pulo Sehati juga menyerahkan gerobak sampah kepada masyarakat sebagai sarana pendukung dalam proses pengumpulan dan pengelolaan sampah di lingkungan Kampung Marunda Pulo. Fasilitas tersebut diharapkan dapat membantu warga dalam menjaga kebersihan lingkungan secara lebih efektif.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyuluhan mengenai pemanfaatan UPB sebagai teknologi pengolahan sampah organik menjadi biochar. Dalam sesi ini, masyarakat mendapatkan pemahaman mengenai manfaat biochar bagi lingkungan serta potensinya dalam mengurangi volume sampah organik yang dihasilkan setiap hari.
Pada hari kedua, mahasiswa mengadakan edukasi sistem pemilahan sampah yang melibatkan berbagai kelompok masyarakat, mulai dari orang tua, pemuda Karang Taruna, hingga anak-anak. Penyampaian materi dilakukan secara interaktif agar peserta dapat memahami pentingnya pemilahan sampah sejak dari sumbernya. Sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan, mahasiswa juga menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) bersama Karang Taruna. Forum ini menjadi wadah kolaborasi untuk merancang sistem operasional pengelolaan sampah yang dapat dilanjutkan oleh masyarakat setelah program berakhir.
Sebagai bagian dari pendekatan edukasi yang kreatif dan menyenangkan, Program Pulo Sehati juga menghadirkan berbagai aktivitas interaktif seperti Scavenger Hunt, lomba membuat kerajinan dari sampah, dan Games Roulette bertema lingkungan. Kegiatan tersebut dirancang untuk menumbuhkan kesadaran lingkungan sejak dini sekaligus meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan sekitar.

Ketua Pelaksana Program Pulo Sehati, Shalom Shannamevia Rooroh, menyampaikan bahwa program ini merupakan bentuk kontribusi mahasiswa dalam menjawab permasalahan lingkungan yang dihadapi masyarakat. “Harapan kami sederhana, semoga apa yang kami berikan hari ini dapat menjadi langkah kecil yang terus tumbuh menjadi manfaat besar bagi masyarakat di masa depan,” ujarnya. Melalui Program Pulo Sehati, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman belajar di luar kelas, tetapi juga kesempatan untuk berkolaborasi langsung dengan masyarakat dalam menciptakan solusi yang berdampak nyata. Kegiatan ini menjadi wujud komitmen mahasiswa LSPR dalam mendukung pembangunan masyarakat yang berkelanjutan melalui edukasi, inovasi, dan kolaborasi.














