
Aliansi ini merupakan inisiatif strategis yang mempertemukan institusi pendidikan tinggi, akademisi, dan praktisi dari negara-negara ASEAN dan Tiongkok untuk memperkuat kolaborasi di bidang pendidikan jurnalisme, komunikasi, dan media. Kehadiran aliansi ini diharapkan dapat mendorong pengembangan talenta global, memperluas kerja sama akademik lintas negara, serta mempersiapkan generasi profesional media yang memiliki kompetensi antarbudaya dan mampu menjawab tantangan komunikasi di era digital.
Dalam kegiatan tersebut, LSPR diwakili oleh Dr. Rino F. Boer, M.M., Director of Postgraduate Programme dan Dr. Yuliana Riana Prasetyawati, M.M., Dekan Fakultas Bisnis LSPR. Selain menjadi bagian dari peluncuran aliansi, keduanya juga dipercaya sebagai Keynote Speaker pada The 2nd China-ASEAN Forum 2026 serta menjadi pembicara dalam NCA Xiamen Summit: Global Communication and Global Governance.
Dr. Rino F. Boer M.M. dalam The 2nd China-ASEAN Forum 2026 menyoroti sinergi yang kuat seperti kolaborasi Indonesia dan China membuktikan bahwa dunia fisik dan digital dapat saling memperkuat secara luar biasa. Kehadiran infrastruktur fisik seperti kereta cepat Whoosh tidak hanya memobilisasi puluhan ribu orang setiap harinya , tetapi juga memicu ledakan jejak digital baru di media sosial dan analitik perilaku pengguna Whoosh. Di sisi lain, kedekatan kultural yang tercermin dari popularitas konten mikro-drama China (dracin) di Asia Tenggara menunjukkan bahwa ruang digital borderless kita sangat adaptif terhadap nilai-nilai budaya lokal yang serupa.
Dalam ajang NCA Xiamen Summit 2026, Dr. Yuliana Riana Prasetyawati, M.M. menyampaikan bahwa visual merupakan bahasa digital universal yang mampu meruntuhkan batasan bahasa (language barriers) lintas negara. Digital Visual Persuasion Model yang dikembangkan dalam riset ini hadir sebagai model persuasi baru untuk membantu industri pariwisata memahami strategi pemasaran visual sebagai alat persuasi yang kuat. Dengan demikian, keindahan pariwisata dapat tampak begitu nyata di genggaman ponsel wisatawan, sekaligus menjadi faktor penentu dalam keputusan mereka untuk mengunjungi suatu destinasi.
Forum internasional ini menjadi wadah pertukaran gagasan mengenai perkembangan komunikasi global, tata kelola komunikasi di era digital, serta pentingnya kolaborasi pendidikan dalam membangun pemahaman lintas budaya yang lebih kuat di kawasan ASEAN dan Tiongkok.
Partisipasi LSPR dalam berbagai forum internasional tersebut mencerminkan komitmen institusi dalam mendukung pengembangan pendidikan yang berorientasi global, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam diskursus komunikasi dan bisnis di tingkat internasional.
Melalui keterlibatan aktif dalam aliansi dan forum internasional ini, LSPR terus memperluas peluang kolaborasi akademik, penelitian, pertukaran pengetahuan, serta pengembangan sumber daya manusia yang mampu bersaing di tingkat global.
Sebagai institusi pendidikan tinggi yang berfokus pada bidang komunikasi dan bisnis, LSPR secara konsisten membangun kemitraan strategis dengan berbagai universitas dan organisasi internasional guna menghadirkan pengalaman belajar yang relevan dengan kebutuhan industri dan perkembangan dunia yang semakin terhubung.


















