

Denpasar, 12 Desember 2025 – PRESS Consultant mengajak siswa-siswi SMA se-Kota Denpasar untuk istirahat dari teknologi digital melalui kegiatan Digital Recharge di LSPR Bali.
Digital Recharge merupakan sebuah workshop kesehatan mental berfokus pada isu kecanduan gadget yang berlangsung di Auditorium LSPR Bali. Kegiatan ini dilaksanakan oleh PRESS Consultant, sebuah kelompok belajar mahasiswa-mahasiswi Public Relations & Digital Communications Batch 6 LSPR Bali yang berkolaborasi dengan Yayasan Bali Bersama Bisa, sebuah komunitas kesehatan mental di Bali yang rutin melaksanakan kegiatan seputar kesehatan fisik dan mental.
“Digital Recharge” hadir sebagai bentuk kepedulian atas isu kecanduan gadget pada generasi muda khususnya remaja, yang telah berdampak pada kesehatan fisik dan mental sehari-hari. Maka dari itu, kegiatan ini mengundang siswa-siswi SMA dan SMK se-Kota Denpasar untuk memberikan edukasi tentang isu kecanduan gadget dan cara mengendalikannya, salah satunya dengan cara melakukan meditasi.

Sumber: Dokumentasi Pribadi LSPR Bali
Rangkaian kegiatan Digital Recharge dipandu oleh Ni Komang Winda Ratnasari, M.Psi, Psikolog, yang merupakan fasilitator psikologi dari tim klinis Yayasan Bali Bersama Bisa. Kegiatan diawali dengan pemaparan materi ‘Internet Addiction’, yang membahas tentang sisi kontras antara dampak positif dan negatif dari gadget, keluhan-keluhan yang dirasakan ketika menggunakan gadget berlebihan, serta solusi yang dapat dilakukan ketika mulai merasakan keluhan saat menggunakan gadget.
Salah satu aktivitas yang dapat dilakukan sebagai solusi untuk mengurangi kecanduan gadget adalah dengan melakukan mindfulness. Maka dari itu, Psikolog Winda mengajak peserta untuk duduk melingkar dan memasuki kegiatan mindfulness session. Pada sesi ini, peserta duduk dengan posisi nyaman, dan berimajinasi untuk mengingat kembali masalah yang sedang dilalui, kenangan indah yang membuat bahagia, serta berdamai dengan diri sendiri maupun orang lain yang pernah menyinggung hati.

Sumber: Dokumentasi Pribadi LSPR Bali
Peserta bercerita perjalanan imajinasi dan perasaan setelah mengikuti mindfulness session. Selain itu, peserta juga mengungkapkan pesan dan kesan selama mengikuti acara “Digital Recharge”. Aishvarya Tunggaputri, salah satu peserta dari SMAN 7 Denpasar mengungkapkan, “Setelah mengikuti mindfulness, saya jadi punya cara baru untuk menenangkan diri, karena selama ini saya tidak tahu bagaimana mengendalikan emosi tersebut.”
Axl Winston Cen sebagai ketua panitia kegiatan juga menceritakan tujuan dibalik acara Digital Recharge. “Acara ini tidak hanya mengedukasi siswa-siswi untuk mengurangi penggunaan gadget, tapi juga membangun suasana kebersamaan yang hangat dengan kembali bersosialisasi secara langsung,” ujarnya. Melalui acara Digital Recharge, Axl berpesan kepada remaja agar selalu menjaga kesehatan fisik dan mental salah satunya dengan meluangkan waktu untuk istirahat dari teknologi digital.
Artikel ditulis oleh Putu Raina Galuh Wika Supraba













