

Di era digital, perkembangan teknologi informasi dan komunikasi memberi berbagai manfaat dalam dunia pendidikan, yang memudahkan pelajar untuk mencari dan menerima informasi. Hal ini sejalan dengan poin SDG’s No. 4 Quality Education yang menekankan pentingnya pendidikan berkualitas dan inklusif bagi setiap individu. Namun, kemudahan akses informasi juga menghadirkan tantangan, seperti rendahnya etika bermedia sosial, maraknya cyber-bullying, serta penyebaran berita bohong atau hoax. Kondisi ini menunjukkan pentingnya literasi digital agar pelajar mampu bersikap kritis, bijak, dan bertanggung jawab dalam menggunakan media digital.

Sumber: Dokumentasi Pribadi LSPR
Menanggapi tantangan tersebut, SVARA PR Consultant, sebuah kelompok mahasiswa Program Studi Public Relations and Digital Communication Batch 6 LSPR Bali bekerja sama dengan Relawan TIK Bali menginisiasi program talk show LENTERA (Literasi Etika dan Norma Ramah Digital). Talk show ini diselenggarakan pada 7 Januari 2026 di SMAS Katolik Santo Yoseph Denpasar dengan tema literasi digital dan cyber-bullying. Rangkaian kegiatan talk show dimulai dengan sambutan oleh kepala sekolah SMAS Katolik Santo Yoseph Denpasar, Suster Lediaga Sinaga, M.Pd., dilanjutkan dengan penyerahan sertifikat kepada pihak sekolah. Acara disambung dengan pemaparan materi oleh dua orang narasumber, sesi tanya jawab, dan diakhiri dengan penyerahan sertifikat kepada kedua narasumber.

Sumber: Dokumentasi Pribadi LSPR
Pemaparan materi pertama disampaikan oleh I Gede Putu Krisna Juliharta S.T., M.T., selaku Ketua Relawan TIK Bali dengan materi “Internet Sehat: Peran Literasi Digital dan Lingkungan dalam Mencegah Cyber-bullying”. Dalam pemaparan materinya, dijelaskan bahwa cyber-bullying dapat mudah terjadi di media sosial karena publik dalam media sosial dapat berpendapat dengan bebas, tanpa tahu tentang situasi yang sebenarnya. Hal ini berdampak negatif bagi korban secara psikologis maupun sosial. Selain itu, kebebasan berpendapat yang tidak diimbangi dengan literasi digital dan etika bermedia sosial dapat memicu masifnya ujaran kebencian dan perundungan daring. Pemaparan materi dilanjutkan oleh Laura Saskia Pelenkahu, M.Psi., Psikolog, dengan judul “Bersama Mencegah Cyber-bullying”. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan definisi cyber-bullying, bentuk-bentuknya, dampak terhadap korban dan bagaimana cara menyikapi kasus cyber-bullying di sekitar kita.

Sumber: Dokumentasi Pribadi LSPR
Kegiatan ini mendapatkan respon positif oleh peserta. Salah satunya oleh Sebastian Gunawan, yang menyampaikan bahwa, “Saya merasa berterima kasih kepada kakak-kakak dari LSPR Bali yang telah mengadakan talk show ini, karena topik cyber-bullying sangat penting untuk dibahas dalam era serba digital seperti sekarang, dan talk show hari ini juga sangat informatif, membantu pemahaman lebih mengenai cyber-bullying.” Selain itu, Putu Bintang Ariesta Putri selaku ketua panitia kegiatan mengemukakan harapannya, “Saya berharap melalui event LENTERA, para peserta dapat lebih memahami pentingnya membangun sikap yang etis dan ramah di ruang digital, serta mampu menerapkannya dalam aktivitas sehari-hari.”
Artikel ditulis oleh Ni Made Saisha Diva Sandriana















