Cikarang, 10 Februari 2026 — Upaya menjadi institusi yang adaptif dan berdaya saing global tidak pernah berhenti pada satu capaian. Semangat tersebut mendorong LSPR Institute of Communication and Business melakukan kunjungan benchmarking ke President University yang berlokasi di kawasan Jababeka, Cikarang, Kabupaten Bekasi.

Kunjungan ini dipimpin oleh Rektor LSPR, Dr. Andre Ikhsano, dan turut dihadiri oleh Direktur Pascasarjana Dr. Rino F. Boer, Dekan Fakultas Bisnis Dr. Yuliana Prasetyawati, Dekan Fakultas Komunikasi Dr. Sri Ulya Suskarwati, Wakil Rektor III Dr. Mikhael Y. Cobis, Direktur LPPM Prof. Suraya, Head of Community Service Dr. Rani Chandra, Direktur Penjaminan Mutu Vanny Adriani, COO Mr. Kamal, Head of Student Affairs Greta Ariati, Direktur Marketing Jimmy, serta Alviandhika selaku Internal Communication dari Communication & Reputation Department.

Rombongan LSPR disambut oleh jajaran pimpinan President University, antara lain Wakil Rektor I Dr. Adhi S. Santoso, Dekan FISIP Dr. M. Syafii Anwar, para Kepala Program Studi, Head of PR, serta Head of Research Development.

Pertemuan yang berlangsung di Auditorium President University ini mempertemukan kedua institusi dalam dialog strategis mengenai reputasi internasional, tata kelola akademik, sistem riset, hingga penguatan lulusan yang siap bersaing di industri global.

Dalam sesi pemaparan, President University berbagi praktik baik sebagai English-Speaking University dengan mahasiswa dari berbagai negara serta capaian akreditasi internasional dan rating QS. Diskusi tidak berhenti pada pencapaian, tetapi menyoroti strategi konkret yang dijalankan, mulai dari kolaborasi riset dan co-authorship, penguatan reputasi melalui academic survey, hingga sistem insentif publikasi terindeks Scopus yang terstruktur dan kompetitif.

Model internship berdurasi panjang yang terintegrasi dengan kurikulum dan capstone project menjadi salah satu perhatian utama. Mahasiswa dipersiapkan sejak semester awal melalui penguatan profil profesional, resume system, dan career development yang sistematis. Pendekatan ini menunjukkan bagaimana proses akademik dirancang selaras dengan kebutuhan industri.

Dalam sesi terpisah, pengelolaan riset komersial dan inkubasi bisnis mahasiswa juga menjadi pembahasan penting. Ekosistem industri di kawasan Jababeka dimanfaatkan sebagai mitra strategis untuk pengembangan penelitian terapan dan kewirausahaan mahasiswa.

Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) LSPR turut melakukan benchmarking mendalam terhadap kurikulum berbasis portofolio, sistem pembelajaran dengan dominasi praktik, pendekatan gamifikasi dalam mata kuliah drawing, serta integrasi software industri dari tingkat dasar hingga lanjutan. Skema internship dua semester dan capstone project berbobot besar menjadi salah satu referensi dalam penguatan kurikulum berbasis industri.

Kunjungan ini menjadi bagian dari proses refleksi dan penguatan strategi LSPR sebagai institusi yang bergerak menuju World Class Entrepreneurial University. Melalui dialog, pertukaran praktik baik, dan potensi kolaborasi lanjutan, benchmarking ini diharapkan dapat memperkaya inovasi akademik dan meningkatkan daya saing global institusi.