

LSPR Public Speaking Club (PSC) bersama LSPR Youth Diplomacy Club (YDC) menjalin kolaborasi dalam menciptakan Next Gen Ambassador (NGA), sebuah platform bagi suara-suara muda untuk memimpin perubahan di tingkat global melalui sesi workshop interaktif dan pidato kompetitif yang berlangsung selama dua hari tepatnya tanggal 5 dan 7 Februari 2026 di Rafael Jolongbayan Room, Campus B, LSPR Sudirman Park.
Hari pertama Next Gen Ambassador 2026 berlangsung dengan penuh antusiasme di Rafael Jolongbayan Room, LSPR Sudirman Park pada Kamis, 5 Februari 2026. Mengusung tema “Climate Induced Natural Disasters: A Shared Global Responsibility”, workshop bertajuk “How to Deliver a Diplomatic Speech” ini menjadi ruang pembuka bagi para peserta untuk memahami urgensi krisis iklim yang semakin nyata, baik di tingkat global maupun nasional. Pembicara menyoroti bahwa tahun 2023 tercatat sebagai tahun terpanas secara global, memicu berbagai bencana seperti kebakaran hutan besar di California hingga banjir dan bencana berulang di sejumlah wilayah Indonesia seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Data kerugian miliaran dolar serta kesenjangan pendanaan global memperlihatkan bahwa bencana bukan hanya isu satu negara, melainkan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kerja sama internasional.

Sumber: Dokumentasi Pribadi LSPR News
Selain membahas dampak dan tantangan respons kebencanaan, sesi ini juga menekankan bahwa manusia, khususnya generasi muda tidak hanya menjadi korban, tetapi dapat berperan sebagai agen perubahan. Dicontohkan bagaimana mahasiswa mengajukan Advisory Opinion ke International Court of Justice (ICJ) terkait keadilan iklim, yang mendorong adanya tanggung jawab negara negara penghasil emisi besar terhadap dampak yang ditimbulkan. Peserta diajak memahami bahwa perjuangan tidak selalu harus melalui demonstrasi, tetapi juga bisa melalui jalur diplomasi dan argumentasi yang kuat. Nilai gotong royong sebagai identitas Indonesia pun ditekankan sebagai dasar dalam membangun diplomasi yang mengutamakan kerja sama, bukan konfrontasi.
Workshop ini juga menjadi bekal penting bagi para peserta sebelum memasuki kompetisi di hari kedua. Mereka tidak hanya belajar teori, tetapi juga memahami bagaimana cara menyampaikan pidato diplomatik dengan benar, mulai dari menyusun argumen yang terstruktur, memilih kata yang tepat seperti penggunaan “should” dibanding “must”, mengatur intonasi suara, hingga menggunakan bahasa tubuh yang mendukung. Peserta juga diberi kesempatan praktik dan mendapatkan umpan balik langsung, sehingga mereka lebih siap dan percaya diri saat tampil. Dengan adanya sesi ini, peserta tidak sekadar berbicara di atas panggung, tetapi mampu menyampaikan gagasan secara elegan, tegas, dan sesuai dengan standar seorang diplomat muda.
Setelah suksesnya sesi workshop interaktif di hari pertama Next Gen Ambassador 2026, tibalah pada hari kompetisi pidato pada 9 Februari 2026 yang kembali diselenggarakan di Rafael Jolongbayan Room, LSPR Sudirman Park.
Sumber: Dokumentasi Pribadi LSPR News
Diikuti oleh 10 delegasi yang berpartisipasi mewakili Federal Republic of Germany, Republic of Indonesia, People’s Republic of Bangladesh, United Kingdom of Great Britain and Northern Ireland, People’s Republic of China, Republic of Nigeria, Republic of the Philippines, Federative Republic of Brazil, Republic of India, dan United States of America, dengan masing-masing delegasi beranggotakan dua orang speaker yang berasal dari Batch 27, Batch 28 & Batch 29 mahasiswa LSPR Institute of Communication and Business.
Setiap delegasi memaparkan perspektif negaranya dengan mengangkat isu “Increasing Frequency of Climate Related Disasters” yang terkait dengan tantangan bencana iklim, pendekatan kebijakan, serta ajakan kolaborasi internasional dalam merespons tingkat aliran bencana yang dipicu oleh perubahan iklim melalui penyampaian pidato diplomatik selama kurun waktu 4 menit.
Dalam pelaksanaannya, NGA speech competition dinilai oleh Ambassador Yuwono A. Putranto, M.A., Ms. Grace Heidy Jane W., M.Si., dan Mr. Syarif Iqbal, M.A. Ketiga dewan juri melakukan penilaian berdasarkan kedalaman riset, kualitas argumentasi, pendekatan diplomasi, serta teknik penyampaian pidato dari masing-masing delegasi.
Hasil akhir penilaian dibagi berdasarkan tiga kategori penghargaan, dengan masing-masing kategori diumumkan oleh ketiga dewan juri pada akhir rangkaian kompetisi meliputi:
- Kategori Excellent in Climate Policy Research diraih oleh delegasi People’s Republic of China,
- Kategori Outstanding Diplomacy Advocacy diraih oleh delegasi Republic of Nigeria, dan
- Kategori Best Diplomatic Speech dimenangkan oleh delegasi Republic of the Philippines.
Sumber: Dokumentasi Pribadi LSPR News
Melalui rangkaian workshop dan kompetisi ini, LSPR Next Gen Ambassador 2026 mendorong partisipasi generasi muda untuk memahami isu krisis iklim dari perspektif diplomasi dan tanggung jawab bersama. LSPR Next Gen Ambassador diharapkan dapat memperkuat kapasitas komunikasi strategis generasi muda dalam merespons isu global yang semakin mendesak.
NGA lebih dari sekadar acara, melainkan wadah bagi kemampuan untuk mempertajam argumen, memperkuat keterampilan berbicara di depan umum, dan bersuara untuk tanggung jawab global sebagai pemimpin masa depan yang siap bertindak.
Artikel ditulis oleh Shafa Alifia & Mumtaaz Qadhifa













