Bekasi, 22 November 2025 — Mahasiswa kelas EL04-1TP, Program Studi Manajemen, Fakultas Bisnis LSPR dengan konsentrasi Entrepreneurship and Leadership sukses melaksanakan program Community Development bertajuk Shred & Thread Project di SMA Negeri 10 Bekasi. Mengusung tagline “Waste Less, Create More,” kegiatan ini dirancang untuk memperkenalkan edukasi bisnis dan kewirausahaan berkelanjutan kepada siswa melalui rangkaian workshop, praktik kreatif, dan aksi lingkungan.

Program ini diikuti oleh 28 siswa yang merupakan perwakilan OSIS dan ekstrakurikuler dari kelas X, XI, dan XII. Sebanyak 28 mahasiswa LSPR bertindak sebagai panitia sekaligus mentor yang membimbing peserta sepanjang kegiatan. Acara dibuka dengan sesi Business Model Canvas (BMC) yang dibawakan oleh Maam Katrini Nathisarasia, S.Sos., MBA. Setelah menerima materi dasar kewirausahaan, para peserta langsung menyusun BMC mereka masing-masing secara berkelompok dengan pendampingan dari mentor. Pada akhir sesi, tiga kelompok dengan hasil BMC terbaik diumumkan sebagai bentuk apresiasi atas kreativitas dan pemahaman mereka.

Setelah sesi BMC, peserta mengikuti edukasi lingkungan yang dibawakan oleh Nur Hesti Ningrum, Co-Founder komunitas “Si Paling Lingkungan”. Dalam sesi ini, peserta diajak memahami kondisi isu lingkungan saat ini, khususnya terkait dampak limbah fashion dan limbah kertas. Diskusi interaktif ini menjadi jembatan penting yang menyiapkan peserta untuk lebih sadar akan urgensi keberlanjutan, sekaligus membuka wawasan mereka mengenai hubungan antara perilaku konsumsi, perubahan iklim, dan peluang menciptakan solusi nyata.

Kegiatan dilanjutkan dengan Trashion Lab, di mana peserta mempraktikkan pembuatan produk rework dari limbah kain seperti scrunchie, pouch, dan mini bag. Tidak hanya membuat, peserta juga diajak merasakan pengalaman langsung sebagai entrepreneur melalui sesi live selling di TikTok, sehingga mereka mampu memahami proses branding, komunikasi produk, hingga strategi pemasaran digital. Sementara itu, pada sesi EcoWrites, peserta mempelajari proses mendaur ulang kertas bekas menjadi lembaran baru yang kemudian dirakit menjadi notebook dan dihias secara kreatif. Dua kelompok dengan hasil notebook terbaik menerima apresiasi khusus.

Rangkaian kegiatan ini turut didukung oleh kehadiran beberapa pihak penting, yaitu Bapak Andi Wibowo, M.Pd. selaku Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMAN 10 Bekasi; Miss Mega Puspita Perwira Jaya, MBA dan Mr. Raden Adi Cahyadi, MMSI selaku dosen pengampu Community Development; Maam Katrini Nathisarasia, S.Sos., MBA sebagai pemateri BMC; serta Nur Hesti Ningrum dari Komunitas “Si Paling Lingkungan”. Acara ini juga diramaikan oleh penampilan band yang dipersembahkan oleh ekstrakurikuler Kreasi Anak Seni SMAN 10 Bekasi dalam sesi hiburan. 

Menjelang akhir acara, para peserta diajak mengikuti cleanup activity di area sekitar sekolah sebagai bentuk aksi nyata peduli lingkungan. Setiap kelompok diberikan karung untuk mengumpulkan sampah sebanyak mungkin, dan kelompok dengan karung terberat memperoleh hadiah apresiasi. Kegiatan ini menjadi simbol komitmen bersama untuk menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan praktik keberlanjutan sehari-hari.

Project Leader Shred & Thread, Keyza Nazelia, menyampaikan harapannya terhadap kegiatan ini dengan mengatakan bahwa ia berharap para peserta dapat meneruskan dan menerapkan semangat keberlanjutan ini dalam kehidupan sehari-hari, serta menyebarkannya kepada teman-teman lain. Ia menekankan bahwa perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil, dan melalui kegiatan ini para peserta telah mengambil langkah awal yang berarti.

Melalui Shred & Thread Project, mahasiswa LSPR berupaya menghadirkan kegiatan edukatif yang tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga memberikan pengalaman praktis dalam menggabungkan bisnis, kreativitas, dan aksi peduli lingkungan. Program ini diharapkan dapat terus menginspirasi generasi muda untuk berpikir kritis, bertindak berkelanjutan, dan melihat peluang dari hal-hal sederhana di sekitar mereka.