

Jakarta, 14 Juni 2026 – Menjadi seorang pemimpin bukan sekadar tentang kemampuan memimpin orang lain, tetapi juga keberanian untuk terus mengenal dan mengembangkan diri. Proses keberanian ini yang menjadi perjalanan akhir dari “The Final Lesson: Rise of the Dragon Warrior” yang merupakan acara kelulusan atau Graduation AIESEC Future Leaders (AFL) Summer Peak pada AIESEC in BINUS dan sebuah penutupan pada perjalanan delegates dan coaches setelah menjalani leadership boot camp selama dua bulan.
Acara tersebut diselenggarakan secara hybrid pada BINUS Syahdan dan Zoom Meeting pada Minggu, 14 Juni 2026. AFL Graduation hadir sebagai ruang untuk merayakan sekaligus mengenang kembali dua bulan perjalanan seru yang telah dilalui bersama. Mengangkat tema Rise of the Dragon Warrior, acara ini menjadi sebuah transformasi dari para peserta yang telah melewati berbagai rintangan hingga tumbuh menjadi sosok yang lebih berani, tangguh, dan siap membawa dampak positif bagi lingkungan sekitar.
Selama mengikuti AFL, para peserta tidak hanya memperoleh wawasan baru melalui materi, diskusi, dan berbagai aktivitas, tetapi juga belajar keluar dari zona nyaman, mengenali potensi diri, serta membangun hubungan yang bermakna dengan sesama peserta. Seluruh perjalanan tersebut menjadi bahan refleksi dalam sesi “Hearts 2 Hearts”. Dalam suasana yang penuh kehangatan dan keterbukaan, delegates serta coaches saling berbagi cerita mengenai pengalaman, tantangan, hingga perkembangan yang mereka rasakan selama program berlangsung. Melalui sesi ini, peserta diajak menyadari bahwa kepemimpinan tidak hanya dibentuk melalui teori maupun praktik, tetapi juga melalui refleksi atas proses yang telah dilewati.
Selain menjadi ruang untuk berefleksi, AFL Graduation juga menghadirkan sesi “Sugar Cubes”, yang menjadi wadah bagi delegates, coaches, dan organizing committee untuk saling memberikan apresiasi. Ungkapan terima kasih disampaikan melalui berbagai bentuk sederhana, seperti surat, hadiah kecil, makanan, maupun kata-kata penyemangat. Suasana emosional terasa ketika para peserta saling mengungkapkan rasa syukur kepada mereka yang telah menjadi bagian dari perjalanan selama dua bulan terakhir. Momen ini memperlihatkan bahwa AFL bukan hanya mengembangkan kemampuan kepemimpinan, tetapi juga membangun ikatan yang mampu memberikan dukungan, motivasi, dan inspirasi bagi setiap individu.
Semangat kolaborasi turut diwujudkan melalui berbagai aktivitas interaktif, salah satunya permainan “Blobs”. Aktivitas ini mengajak delegates dan coaches membentuk kelompok baru berdasarkan kesamaan tertentu bersama peserta dari kelompok AFL yang berbeda. Melalui permainan tersebut, peserta didorong untuk memperluas relasi di luar kelompok masing-masing sekaligus memahami bahwa keberagaman latar belakang dapat menjadi kekuatan dalam membangun komunitas. Dengan suasana yang menyenangkan, peserta memperoleh kesempatan untuk memperluas perspektif sekaligus menjalin koneksi baru.
Sebagai penutup rangkaian acara, sesi “Rewards and Recognition” menjadi bentuk apresiasi kepada delegates dan coaches yang menunjukkan dedikasi, semangat, serta kontribusi terbaik selama program berlangsung. Penghargaan ini diberikan kepada individu-individu yang secara konsisten menerapkan nilai-nilai kepemimpinan AIESEC sepanjang perjalanan AFL.
Pada kategori Most Active Delegates, penghargaan diberikan kepada Qayla Nuraya Fitriana (Group 4) untuk Capacity Building 1, Ferina Putri H. (Group 14) untuk Capacity Building 2, Aqil Patrick M. (Group 6) untuk Capacity Building 3, serta I Putu Dika Agastya (Group 3) untuk Capacity Building 4. Untuk kategori Best SELADA Delegates, penghargaan diraih oleh Gusti Ngurah Wikan A.P. (Group 7) untuk Striving for Excellence, Janice Karinita S. (Group 3) untuk Enjoying Participation, Nabil Marsya A. (Group 19) untuk Living Diversity, Gregorius Bayu T. (Group 18) untuk Activating Leadership, Brent Nicholas A. (Group 8) untuk Demonstrating Integrity, serta Rachmah Herawati D. (Group 15) untuk Acting Sustainability. Sementara itu, penghargaan Best Delegate diberikan kepada Qayla Nuraya Fitriana (Group 4) atas konsistensi dan kontribusinya sepanjang program. Pada kategori Best Coach, penghargaan diberikan kepada Nasywa Aqilah sebagai Coach Group 17 (Own the Development), Michael Kevin sebagai Coach Group 3 (Lead with Impact), Elena Caroline sebagai Coach Group 10 (Striving for Excellence), dan Nicole Putri Lukman sebagai Coach Group 5 (Driven with Purpose).
AFL Graduation 2026 menjadi penanda bahwa proses membangun kepemimpinan tidak berhenti pada pencapaian akademik maupun penguasaan keterampilan baru. Lebih dari itu, program ini membantu peserta mengenali potensi diri, membangun relasi yang bermakna, serta menumbuhkan keberanian untuk mengambil peran dalam menciptakan perubahan positif. Berakhirnya AIESEC Future Leaders bukan berarti berakhir pula proses pembelajaran para peserta. Nilai-nilai yang mereka peroleh selama dua bulan akan terus menjadi bekal dalam berbagai aspek kehidupan. Bagi para Dragon Warrior, kelulusan ini bukanlah akhir perjalanan, melainkan langkah awal untuk terus memimpin dengan tujuan, merangkul keberagaman, serta menghadirkan dampak positif bagi masyarakat.













