

Bekasi — Indonesia Youth Film Festival (IYFF) 2026 kembali digelar oleh LSPR Film Television and Videography Club (FTVC) pada Sabtu, 5 September 2026, di Auditorium LSPR Transpark Bekasi. Mengusung tema “Social Struggle”, penyelenggaraan IYFF tahun ini menjadi ruang bagi anak muda untuk menyampaikan berbagai persoalan sosial melalui karya film.
Acara yang berlangsung sejak siang hingga sekitar pukul 20.00 WIB tersebut mempertemukan peserta dari berbagai institusi pendidikan. Sebanyak 22 film berhasil menjadi finalis IYFF 2026, di antaranya PUPPET, Mereka yang Tertinggal, Sisa Waktu, Karyaoke, Niskala, Allegory of a Woman, Samsara, Serate, Roda Sensasi, Roll or Die, Hilang Arah, Symphony, Oleh Tangan Naufal, Midnight Guerrilla, Bermain dengan Api, Kuripan, Berharap Suatu Saat Nanti, Tawaran Tanpa Jalan Pulang, Hitam Putih, Sekali Saja, The Poison Trophy, dan How to Train Your Grandpa. Dalam sambutannya, Head of Committee IYFF 2026, Felicia Malinda Dewi, menjelaskan bahwa tema “Social Struggle” dipilih karena banyak cerita di sekitar masyarakat yang layak untuk didengar. Perjuangan tersebut dapat hadir dalam berbagai bentuk, mulai dari kesehatan mental, tekanan sosial, ketidakadilan, hingga persoalan yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari.

Sumber: Dokumentasi Pribadi LSPR News
Menurut Felicia, film tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga dapat membangun empati, membuka perspektif baru, serta meningkatkan kesadaran terhadap lingkungan sekitar. Melalui IYFF 2026, ia berharap semakin banyak anak muda yang berani menyuarakan persoalan sosial melalui kreativitas. Hal tersebut turut ditekankan oleh Vice Rector 3 LSPR Institute, Dr. Mikhael Yulius Cobis, M.Si., M.M. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa sebuah film mungkin hanya berdurasi beberapa menit, tetapi proses di baliknya melibatkan ide, diskusi, revisi, keterbatasan waktu, serta komitmen dari seluruh kru. Ia juga menyampaikan bahwa penghargaan bukan satu-satunya ukuran keberhasilan sebuah karya. Sebuah film tetap memiliki nilai ketika mampu membuat seseorang berpikir, merasakan sesuatu, atau melihat kehidupan dari perspektif yang berbeda. Ia menegaskan bahwa film bukan sekadar hiburan, melainkan bentuk komunikasi yang dapat menghubungkan, menginspirasi, dan memberikan dampak.
Sebelum memasuki rangkaian penghargaan, para finalis menampilkan karya mereka yang terbagi dalam kategori tingkat SMA/SMK dan universitas. Beberapa film mengangkat persoalan keluarga, tekanan sosial, relasi manusia, ketidakadilan terhadap perempuan, hingga persoalan budaya dan komunikasi dalam kehidupan sehari-hari. Pada kategori tingkat SMA/SMK, tiga film yang masuk dalam jajaran Best Film adalah Hitam Putih dari SMAN 6 Tambun Selatan, Kuripan dari SMAN 2 Semarang, dan Sekali Saja dari Yayasan Tangan Pengharapan. Sementara itu, lima film yang masuk dalam Top 5 Best Film tingkat universitas adalah Roll or Die, Serate, Allegory of a Woman, Symphony, dan Karyaoke. Salah satu film yang mendapat perhatian dalam kategori SMA/SMK adalah Kuripan dari SMAN 2 Semarang. Film tersebut mengikuti kisah Sekar, seorang perempuan yang tinggal bersama budenya dan berusaha menghadapi keterbatasan dalam kehidupannya. Cerita juga menyinggung persoalan pelestarian bahasa dan budaya daerah melalui keinginan Sekar untuk menggunakan bahasa Jawa dalam sebuah kompetisi.
Di tingkat universitas, Allegory of a Woman dari UPN Veteran Jawa Timur mengangkat persoalan penyebaran konten intim tanpa persetujuan. Film tersebut memperlihatkan bagaimana korban justru menghadapi konsekuensi sosial yang berat, sementara pihak yang menyebarkan konten tersebut tidak mendapatkan konsekuensi yang setara.

Sumber: Dokumentasi Pribadi LSPR News
Setelah sesi screening, peserta dan penonton juga berkesempatan berinteraksi dan berbincang mengenai karya yang mereka bawa, asal institusi, serta keterlibatan mereka dalam produksi film. Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan sesi penghargaan pada malam hari. Dalam penghargaan IYFF 2026, Sekali Saja dari Yayasan Tangan Pengharapan memenangkan kategori Best Director tingkat SMA/SMK, sedangkan Samsara dari Politeknik Negeri Media Kreatif meraih Best Director tingkat universitas melalui Rafi Permata.
Kategori Best Scriptwriter tingkat SMA/SMK diberikan kepada Hitam Putih dari SMAN 6 Tambun Selatan melalui Aathirah Z. Untuk tingkat universitas, penghargaan tersebut diraih Serate dari ISI Yogyakarta melalui Eva Agustina dan Wahyu Wijayanti. Pada kategori akting, Karyaoke dari Politeknik Negeri Media Kreatif Jakarta meraih Best Actor tingkat universitas melalui Muadz Ramdhani dan Tammus Sa’id. Sementara itu, Best Actress tingkat universitas diberikan kepada Intan Syah Rani M. dari PUPPET. Penghargaan Best Editor tingkat universitas diraih Symphony dari LSPR Institute. Sementara itu, Allegory of a Woman dari UPN Veteran Jawa Timur berhasil membawa pulang penghargaan Best Cinematography tingkat universitas. Untuk kategori Best Film tingkat SMA/SMK, Kuripan dari SMAN 2 Semarang keluar sebagai pemenang. Sementara penghargaan tertinggi pada kategori universitas diberikan kepada Roll or Die dari Politeknik Negeri Media Kreatif.
Dalam sambutannya setelah menerima penghargaan, perwakilan Roll or Die menyampaikan terima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa, pihak penyelenggara, LSPR, seluruh kru film, serta orang tua yang telah memberikan dukungan selama proses produksi. Penghargaan tersebut menjadi penutup dari rangkaian kompetisi film dalam IYFF 2026. Acara kemudian dilanjutkan dengan dokumentasi bersama para pemenang, finalis, juri, panitia, dan pihak-pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan festival.
Melalui penyelenggaraan keempatnya, IYFF kembali menunjukkan bahwa film dapat menjadi medium bagi generasi muda untuk menyampaikan cerita sekaligus membicarakan persoalan yang terjadi di tengah masyarakat. Sejalan dengan tema “Social Struggle”, karya-karya yang ditampilkan tidak hanya menjadi bagian dari kompetisi, tetapi juga menjadi cara bagi para pembuat film muda untuk menyuarakan pengalaman, keresahan, dan pandangan mereka terhadap lingkungan sosial di sekitar.
Artikel ditulis oleh Arzeti Rahmadia













