Peningkatan jumlah pengguna dan banyaknya jenis media sosial aktif di Indonesia membuka peluang content creator sebagai profesi yang menjanjikan. Fleksibilitas waktu, kebebasan berekspresi, serta peluang memperoleh penghasilan menjadi daya tarik utama. Siapa pun kini dapat menjadi content creator hanya dengan bermodalkan smartphone sebagai perangkat sederhana. Namun dibalik peluang tersebut, tidak banyak yang  memahami bagaimana strategi, proses, dan tantangan secara mendalam di dunia konten kreatif. Menjawab kebutuhan tersebut, ‘Bali Content Creator Day’ hadir sebagai wadah pembelajaran bagi calon content creator.

Acara ‘Bali Content Creator Day’ diselenggarakan oleh LSPR Bali pada Sabtu, 31 Januari 2026 bertempat di Auditorium LSPR Bali. Kegiatan ini menghadirkan sejumlah pembicara yang berpengalaman di bidangnya, antara lain Andyna Sari, M.I.Kom., dosen LSPR Bali sekaligus Co-Founder Crempy Studio; Cening Ayu, influencer dan content creator yang dikenal melalui konten budaya, tradisi, dan keunikan Bali; serta Elin Anjani, S.I.Kom., alumni LSPR Bali batch 1 yang kini berprofesi sebagai content creator dan voice over talent @balihints. Acara ini dihadiri oleh mahasiswa serta siswa-siswi SMA yang memiliki ketertarikan dan tujuan yang sama, yakni memahami cara menjadi content creator dengan strategi yang tepat.

Sumber: Dokumentasi Pribadi LSPR Bali

 

Acara dibuka dengan sambutan dari Ms. Gesille Sedra Buot-Zambrano, MBA, selaku Executive Director LSPR Bali, yang menekankan pentingnya bagi para calon content creator untuk menjadi diri sendiri, memiliki kepercayaan diri, terus memupuk rasa ingin tahu, serta tidak membandingkan diri dengan orang lain dalam proses berkarya.

Selanjutnya, peserta mendapatkan pemaparan mengenai LSPR dan LSPR Bali oleh Ms. Andi Gusti Zena, Marketing Coordinator LSPR Bali. Pada sesi ini, peserta diperkenalkan dengan profil alumni LSPR, program pendidikan yang tersedia, serta berbagai manfaat yang dapat diperoleh dengan menempuh pendidikan di LSPR.

Sumber: Dokumentasi Pribadi LSPR Bali

 

Memasuki acara utama, Ms. Andyna Sari membawakan materi bertajuk “Content Strategy for Young Creators.” Dalam sesi ini, dibahas fenomena pergeseran strategi brand yang kini lebih banyak menggandeng UGC (User Generated Content) creator dibandingkan influencer. UGC creator dinilai lebih relevan dengan pengalaman audiens karena merupakan individu biasa yang konsisten menghasilkan konten autentik, sementara influencer cenderung berfokus pada jumlah pengikut. Melalui pemaparan ini, peserta diajak memahami pentingnya strategi konten agar tetap relevan dan berkelanjutan di dunia digital. Sesi ini ditutup dengan workshopScript Trial”, dimana peserta berlatih menyusun hook, body, dan closing untuk menciptakan konten yang menarik perhatian audiens.

Acara kemudian dilanjutkan dengan exclusive talkshow bertema “How to Become a Content Creator” bersama Cening Ayu dan Elin Anjani. Pada sesi ini, para pembicara membagikan pengalaman nyata mengenai dinamika, tantangan, serta manfaat menjadi content creator. Peserta juga memperoleh berbagai tips praktis berdasarkan pengalaman langsung para narasumber. Talkshow ini semakin interaktif dengan adanya sesi review terhadap hasil script trial peserta, dimana para pembicara memberikan feedback yang membangun, sebelum ditutup dengan sesi tanya jawab.

Sumber: Dokumentasi Pribadi LSPR Bali

 

Sebagai penutup, panitia mengumumkan tiga peserta dengan best practices terbaik yang berhak mendapatkan e-money serta beasiswa pendaftaran LSPR Bali. Salah satu peserta, Bening, menyampaikan kesannya terhadap acara ini, “Acaranya sangat insightful, dan ternyata ada strategi khusus untuk menjadi content creator yang sebelumnya belum aku ketahui. Semoga LSPR bisa lebih sering mengadakan talkshow dan workshop seperti ini.”

Selain itu, Ms. Andyna juga menyampaikan pesan bagi mahasiswa-mahasiswi yang tertarik menjadi UGC creator. “Di tahun 2026, ketika semakin banyak brand memilih bekerja sama dengan UGC creator, mahasiswa dapat memulainya dari membagikan aktivitas sehari-hari. Seiring waktu, konten tersebut akan membangun audiens dan menjangkau target yang diinginkan,” ujarnya.

Melalui ‘Bali Content Creator Day’, peserta tidak hanya mendapatkan wawasan, tetapi juga pengalaman praktis yang membekali mereka untuk memulai dan mengembangkan karier sebagai content creator secara strategis dan berkelanjutan.

 

Artikel ditulis oleh Jihan Nabiilah Akna Ilmi