

Jakarta, 19 Juni 2026 – School of Special Needs Education (SSNE) LSPR Institute of Communication and Business bekerja sama dengan SD Cenderawasih 2 dan Yayasan Pendidikan Daya Dutika menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat berupa pelatihan dan workshop mengenai pemahaman dan identifikasi anak berkebutuhan khusus. Kegiatan seminar dan pelatihan yang berlangsung dua hari pada 18-19 Juni 2026 ini diikuti oleh tenaga pengajar dan Yayasan Pendidikan Daya Dutika di SD Cenderawasih 2, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Kegiatan yang dimoderatori Muhammad Rhomy Dellan, M.I.Kom. ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman peserta mengenai karakteristik dan kebutuhan siswa berkebutuhan khusus, termasuk anak dengan kondisi seperti Autism Spectrum Disorder (ASD), Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD), dan berbagai bentuk kebutuhan khusus lainnya. Melalui kegiatan ini, peserta diajak untuk memahami pentingnya pendekatan pendidikan yang inklusif dan responsif terhadap kebutuhan setiap anak.
Pada hari pertama, kegiatan diawali dengan registrasi peserta dan pengisian pretest sebagai langkah awal untuk mengukur pemahaman peserta sebelum mengikuti pelatihan. Selanjutnya, peserta mendapatkan materi mengenai pengenalan disabilitas dan kebutuhan siswa yang disampaikan oleh Drinka Radisic, M.Pd. Materi ini membahas berbagai jenis disabilitas dan cara memahami kebutuhan belajar yang berbeda pada setiap anak. Setelah sesi pemaparan materi, peserta diberikan kesempatan untuk berdiskusi dan melakukan tanya jawab secara langsung dengan narasumber. Sesi berikutnya menghadirkan Bilal Wegig Wirawan, M.Pd. dengan materi identifikasi dasar siswa berkebutuhan khusus. Dalam sesi ini, peserta diperkenalkan pada berbagai indikator yang dapat membantu mengenali karakteristik anak berkebutuhan khusus sejak dini, sehingga dapat memberikan dukungan yang lebih tepat dalam proses pembelajaran maupun interaksi sehari-hari.

Memasuki hari kedua, kegiatan difokuskan pada sesi workshop yang lebih interaktif. Peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk mengikuti permainan edukatif, studi kasus, dan diskusi, serta analisis kasus yang berkaitan dengan kondisi nyata anak berkebutuhan khusus di lingkungan pendidikan SD Cenderawasih 2. Melalui pendekatan ini, peserta tidak hanya memperoleh pemahaman secara teoritis, tetapi juga diajak untuk mengembangkan empati melalui game interaktif, kemampuan berpikir kritis, dan cara untuk menghadapi berbagai situasi yang melibatkan anak berkebutuhan khusus.

Kolaborasi antara Fakultas SSNE LSPR Institute dan SD Cenderawasih 2 ini menjadi salah satu bentuk komitmen dalam mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang lebih inklusif. Dengan meningkatnya pemahaman mengenai kebutuhan anak-anak berkebutuhan khusus, diharapkan para peserta dapat berperan aktif dalam menciptakan ruang belajar yang aman, nyaman, dan mendukung perkembangan setiap anak tanpa terkecuali.

Kegiatan ditutup dengan sesi feedback berupa tanya jawab yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk merefleksikan pengetahuan serta pengalaman yang diperoleh selama dua hari pelaksanaan program. Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, LSPR Institute dan Yayasan Pendidikan Duta Dutika berharap dapat terus mendorong kesadaran tenaga pengajar akan pentingnya pendidikan inklusif dan dukungan yang tepat bagi anak berkebutuhan khusus.













