LSPR Theatre Festival ke-34 kembali menghadirkan pertunjukan yang tidak hanya menghibur namun juga menyampaikan pesan sosial yang relevan. Kali ini, giliran kelas COMM29-6SP untuk mempersembahkan pertunjukkan teater yang berjudul Echoes of The Unsaid : The Musical yang dipentaskan pada Selasa, 21 Juli 2026 di The Amani Palladium Theatre, LSPR Transpark Bekasi. Pertunjukan ini tentunya menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu komunikasi, seni peran, hingga manajemen produksi dalam sebuah karya kolaboratif. Berbeda dari kisah fantasi maupun petualangan, Echoes of The Unsaid mengangkat realitas kehidupan keluarga yang dekat dengan masyarakat. Pertunjukan ini mengeksplorasi bagaimana hubungan antara orang tua khususnya ibu dan anak dapat berubah menjadi renggang ketika komunikasi tidak lagi berjalan dengan baik, meninggalkan berbagai perasaan yang tak pernah benar-benar terungkap.


Sumber: Dokumentasi Pribadi LSPR News

Cerita ini mengisahkan seorang remaja perempuan bernama Violet yang menjalani hubungan penuh ketegangan dengan ibunya. Ia merasa sang ibu terlalu menuntut dan tidak memahami kehidupan remajanya. Setiap bentuk perhatian justru dianggap sebagai tekanan, sementara aturan-aturan yang diberikan terasa membatasi kebebasannya. Perasaan tersebut membuatnya mulai membandingkan kehidupannya dengan teman-temannya yang tampak lebih bebas, hingga perlahan tumbuh keinginan untuk menjalani hidup tanpa campur tangan ibunya. Seiring berjalannya waktu, jarak di antara keduanya semakin melebar. Violet mulai mengabaikan pesan dari ibunya, tidak mengangkat telepon, dan lebih memilih menghabiskan waktu di luar bersama dunianya sendiri. Di sisi lain, sang ibu tetap berusaha mempertahankan hubungan mereka meski berkali-kali dihadapkan pada sikap dingin dan penolakan dari putrinya.

Konflik yang terjadi bukan hanya disebabkan oleh perbedaan pendapat, melainkan juga oleh komunikasi yang tidak pernah benar-benar tersampaikan. Sang anak menyimpan berbagai perasaan yang tidak pernah ia ungkapkan, sementara sang ibu memiliki alasan-alasan yang juga tidak mampu ia jelaskan kepada putrinya. Akibatnya, kesalahpahaman terus menumpuk hingga hubungan mereka menjadi semakin sulit diperbaiki. Melalui alur cerita yang emosional, Echoes of The Unsaid mengajak penonton untuk memahami bahwa tidak semua konflik lahir dari kebencian. Terkadang, hubungan yang retak berawal dari kata-kata yang tidak diutarakan, perasaan yang dipendam terlalu lama, serta sudut pandang yang tidak pernah saling dipahami. Pertunjukan ini menjadi pengingat bahwa komunikasi yang terbuka merupakan pondasi penting dalam menjaga hubungan keluarga.

Sebagai bagian dari LSPR Theatre Festival ke-34, Echoes of The Unsaid: The Musical menjadi bukti bahwa karya mahasiswa mampu mengangkat isu-isu sederhana yang dekat dan relatable dengan kehidupan sehari-hari menjadi sebuah pertunjukan yang bermakna. Melalui perpaduan seni pertunjukan dan storytelling, teater ini tidak hanya menghibur, tetapi juga mengajak penonton untuk merefleksikan kembali pentingnya saling mendengarkan, memahami, dan mengungkapkan perasaan kepada orang-orang terdekat sebelum semuanya terlambat.

 

Artikel ditulis oleh Nisa Zahara