

Pengelolaan sampah plastik kini gencar dilakukan, lantas bagaimana hal selanjutnya yang perlu kita siapkan bersama?
Oleh : Ni Putu Hana Serena Yenita
Melihat berbagai isu lingkungan yang sering terjadi, timbul rasa khawatir akan keberlanjutan kondisi alam. Namun, terdapat cahaya harapan dalam upaya penyelarasan ekosistem alam, terlebih dalam mencapai tujuan global SDG’s No. 13, yaitu Climate Action. Sebagai bentuk kontribusi nyata dalam menjawab tantangan tersebut, mahasiswa-mahasiswi LSPR Bali Batch 6 Program Studi Public Relations & Digital Communication (PRDC) menghadirkan kegiatan yang bertajuk “Plastic Hero: Ketika Plastik Menjadi Penyelamat”. Acara ini diselenggarakan oleh Samasta Communication berkolaborasi dengan Get Plastic Foundation. Kegiatan ini turut melibatkan partisipasi aktif siswa-siswi SMA dan SMK se-Kota Denpasar dan Kabupaten Badung, sebagai upaya memberikan edukasi serta simulasi pengolahan sampah plastik menjadi Bahan Bakar Minyak (BBM) melalui penggunaan mesin pirolisis.

Sumber: Dokumentasi Pribadi LSPR
Rangkaian acara “Plastic Hero: Ketika Plastik Menjadi Penyelamat” terdiri dari pembukaan, laporan ketua panitia kegiatan oleh Nur Anisa Br. Tarigan, dan Sambutan Direktur Pelaksana Get Plastic Foundation oleh Si Luh Ayu Pawitri. Usai pembukaan, dilanjutkan dengan simulasi pengolahan sampah menjadi bahan bakar minyak dan pemaparan materi tentang krisis sampah di Bali dipandu oleh Raissa Kanaya selaku staf dari Get Plastic Foundation. Kemudian, edukasi Strategi Komunikasi Verbal dan Non-verbal yang Efektif untuk Kampanye Sampah oleh Nur Anisa Br. Tarigan. Untuk membangkitkan semangat, para peserta diajak group fun games dan pembagian hadiah menarik bagi peserta yang aktif selama acara. Setelah itu, seluruh peserta diajak melihat hasil dari bahan bakar minyak yang sudah diproses menggunakan mesin pirolisis. Mesin ramah lingkungan ini menghasilkan bahan bakar alternatif yang dapat digunakan untuk berkendara sehari-hari.

Sumber: Dokumentasi Pribadi LSPR
Antusiasme siswa-siswi tercermin melalui partisipasi aktif dan respons interaktif yang berlangsung sejak awal acara hingga akhir acara. Sebagai bentuk kenangan, setiap peserta diajak untuk membuat sebuah instastory kreatif mengenai kegiatan yang sudah diikuti dan akan dipilih tiga pemenang terbaik. Upaya sederhana yang telah dilakukan turut menjadi satu langkah lebih maju dalam menjaga keseimbangan ekosistem lingkungan. Shindy Nareswari sebagai peserta mengungkapkan, “Kesan saya selama mengikuti kegiatan ini, senang banget dan kegiatannya seru banget. Di sini juga saya dapat belajar banyak hal yang belum saya ketahui sebelumnya.” Nur Anisa menyampaikan harapannya melalui acara ini, “Harapan kedepannya, khususnya bagi generasi muda agar dapat berkolaborasi bersama dalam menjaga pelestarian kehidupan di bumi ini.”













