Berbagai isu lingkungan kini semakin marak diperbincangkan oleh masyarakat, terutama permasalahan sampah yang masih menjadi tantangan global. Peningkatan jumlah sampah telah memberikan dampak serius terhadap ekosistem, terutama di wilayah pesisir dan lautan. Kondisi ini semakin memburuk akibat rendahnya kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah. Situasi ini menunjukkan bahwa permasalahan lingkungan tidak dapat diselesaikan hanya melalui wacana saja, tetapi diperlukan juga aksi nyata dari berbagai pihak. 


Sumber: Dokumentasi Pribadi LSPR Bali

Peran generasi muda sebagai agen perubahan menjadi kontribusi nyata terhadap krisis lingkungan yang kini sedang terjadi. Kegiatan pembersihan wilayah pesisir pantai merupakan bentuk kepedulian terhadap permasalahan lingkungan yang diinisiasi oleh Himpunan Mahasiswa LSPR Bali, yaitu Ecomove #2 Beach Clean Up. Pelaksanaan kegiatan ini bertempat di kawasan Pantai Mertasari dengan berkolaborasi bersama komunitas Sobat Pantai pada 12 April 2026. Kegiatan ini diikuti oleh civitas akademika, mahasiswa LSPR Bali, serta partisipasi dari warga Desa Sanur Kauh.

Sebelum kegiatan dimulai, Putu Bagus Hary Weda Saputra selaku Ketua HIMA LSPR Bali Kabinet Samanvaya, memberikan arahan kepada peserta mengenai teknis pelaksanaan kegiatan, dilanjutkan dengan arahan oleh perwakilan komunitas Sobat Pantai mengenai jenis-jenis sampah yang akan dikumpulkan. Kemudian, seluruh peserta bergegas menuju lokasi pembersihan, yang terbagi menjadi dua kawasan untuk mengumpulkan serta memilah sampah plastik dan residu, sesuai dengan karung yang telah diberikan oleh panitia. 


Sumber: Dokumentasi Pribadi LSPR Bali

Aksi pembersihan di Pantai Mertasari mampu memberikan dampak secara langsung terhadap kelestarian ekosistem lautan dan sekitarnya. Hal ini juga didukung oleh Perbekel Desa Sanur Kauh, I Made Ada, “Kami sangat berharap dari London School Public Relation ini supaya tidak cukup hari ini saja, semoga program ini diadakan paling tidak setahun sekali atau lebih,” ungkapnya. 

Kegiatan Ecomove #2 Beach Clean Up juga turut mendapatkan apresiasi serta dukungan luar biasa oleh dosen LSPR Bali. “Kegiatan bebersih sampah anorganik di pantai ini sangat penting, saya yakin kegiatan ini dapat terus dilakukan sekaligus membudayakan membuang sampah dan memilah sampah serta mengolah sampah sendiri,” pesan dosen LSPR Bali, Richard Togaranta Ginting sebagai salah seorang relawan kegiatan. 

Sumber: Dokumentasi Pribadi LSPR Bali

Kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kesadaran kolektif dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir. Melalui aksi sederhana, sedikit demi sedikit generasi muda berperan untuk memberikan makna yang sangat diperlukan dalam menentukan solusi untuk masa depan berkelanjutan.

 

Artikel ditulis oleh Ni Putu Hana Serena Yenita