

LSPR Institute of Communication and Business bekerja sama dengan China Mission to ASEAN menyelenggarakan kegiatan China Mission Cultural Open Day 2026 pada 23 Juni 2026 di Prof. Dr. Djajusman Auditorium & Performance Hall, LSPR Sudirman Park, Jakarta. Kegiatan ini menjadi wadah untuk memperkuat hubungan antara China dan negara-negara ASEAN melalui diplomasi budaya dan pendidikan. Sejalan dengan komitmen LSPR dalam mendorong pemahaman lintas budaya, acara ini juga menegaskan peran LSPR China Strategic Hub dalam membangun kolaborasi vokasional, budaya, profesional, dan industri antara Indonesia, ASEAN, China, serta komunitas global. Melalui berbagai sesi diskusi dan pertukaran budaya, peserta diajak untuk memahami pentingnya konektivitas antarbangsa dalam menciptakan kerja sama yang berkelanjutan di tengah dinamika global yang terus berkembang.

Sumuber: Dokumentasi Pribadi LSPR News
Selain menghadirkan pemaparan mengenai hubungan ASEAN–China, acara ini juga dimeriahkan oleh berbagai pertunjukan budaya yang menampilkan kekayaan warisan seni Tiongkok. Salah satu penampilan utama dibawakan oleh The Fujian Quanzhou Arts Delegation, kelompok seni profesional yang dikenal atas dedikasinya dalam melestarikan warisan budaya tak benda Tiongkok. Delegasi ini menampilkan seni tradisional Nanyin, sebuah seni pertunjukan musik klasik yang berasal dari Fujian dan telah diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda oleh UNESCO. Pertunjukan tersebut memadukan musik instrumental, vokal, serta syair berbahasa daerah Quanzhou yang mencerminkan sejarah panjang pertukaran budaya di kawasan Asia. Selain itu, peserta juga diperkenalkan pada Fujian Puppetry, seni boneka tradisional yang menampilkan keterampilan pertunjukan khas dengan nilai artistik dan budaya yang tinggi. Acara semakin semarak dengan penampilan dari mahasiswa-mahasiswi LSPR dari LSPR Dance yang turut menunjukkan semangat kolaborasi budaya antara Indonesia dan China. Melalui China Mission Cultural Open Day 2026, LSPR kembali menegaskan pentingnya diplomasi budaya sebagai sarana untuk membangun pemahaman, persahabatan, dan kerja sama yang lebih erat antara masyarakat ASEAN dan China.
Artikel ditulis oleh Angelica Lydia Putri Yovale














