Kegiatan Guest Lecturer bertajuk “Leadership Communication in the Digital Global Era: Building Trust, Navigating Crisis, and Driving Innovation” yang diselenggarakan oleh Academic PGP pada 19 Mei 2026 menghadirkan Prof. Mike Hardy sebagai narasumber utama. Acara ini dihadiri oleh beberapa kelas dan berlangsung di Prof. Dr. Djajusman Auditorium and Performance Hall serta Rafael Jolongbayan Room, LSPR Sudirman Park Jakarta Campus. Dalam sesi ini, peserta diajak memahami pentingnya komunikasi kepemimpinan di era digital, khususnya dalam membangun kepercayaan, menghadapi krisis, serta mendorong inovasi di tengah perubahan global yang terus berkembang. Prof. Mike Hardy juga menjelaskan bahwa banyak pemimpin saat ini masih kesulitan menghadapi perubahan teknologi, melalui konsep seperti long-term resilience, cross-boundary ecosystems, dan scenario-based adaptive learning, peserta diajak memahami bagaimana pemimpin masa kini harus mampu beradaptasi dengan situasi yang tidak pasti sekaligus tetap menjaga tujuan dan nilai bersama dalam organisasi.


Sumber: Dokumentasi Pribadi LSPR News

Selain membahas strategi kepemimpinan global, kegiatan ini juga menghadirkan berbagai insight dan kutipan inspiratif mengenai masa depan kepemimpinan. Salah satunya disampaikan oleh Horng Shya Chua yang mengatakan bahwa pengalaman langsung seperti executive shadowing dan job rotation lebih efektif mempersiapkan calon pemimpin dibandingkan program formal semata. Peserta juga diajak memahami pentingnya budaya organisasi yang berlandaskan shared values dan purpose melalui kutipan dari Sunil Puri, serta pentingnya kemampuan berimprovisasi di era digital melalui analogi dari Tian Chong Ng yang menggambarkan pemimpin masa kini seperti pemimpin jazz band yang harus mampu menciptakan harmoni meski tanpa skrip pasti. Di akhir sesi, kegiatan ini menekankan bahwa kepemimpinan tidak lagi hanya soal mengetahui segalanya, tetapi tentang membangun jembatan, menciptakan dampak kolektif, dan berkomitmen pada tujuan jangka panjang demi menghadapi tantangan global di masa depan.

 

Artikel ditulis oleh Angelica Lydia Putri Yovale