Mahasiswa Performing Arts Communication Batch 27 LSPR Institute of Communication and Business mempersembahkan Broken Chord The Musical pada 22–23 Juli 2026 di Gedung Kesenian Jakarta sebagai bagian dari proyek Community Development. Pertunjukan musikal ini mengisahkan perjalanan Ely, seorang robot yang diasingkan dari negara futuristik bernama Aithel karena menunjukkan emosi yang dianggap sebagai The Human Error. Melalui pertemuannya dengan seorang manusia bernama Rena, Ely mulai mempertanyakan aturan yang selama ini diyakininya dan dihadapkan pada pilihan antara menaati sistem atau mengikuti hati nuraninya. Dengan menghadirkan 16 lagu orisinal, tata artistik yang dinamis, serta penampilan para pemain, pertunjukan ini mengajak penonton menyelami makna empati, keberanian, dan pentingnya hubungan antarmanusia.


Sumber: Dokumentasi Pribadi LSPR News

Lebih dari sekadar sebuah pertunjukan musikal, Broken Chord The Musical menghadirkan refleksi tentang arti kebebasan, pilihan, dan keberanian untuk mengikuti hati nurani. Di balik kisah futuristik antara robot dan manusia, pertunjukan ini mengajak penonton mempertanyakan batas antara logika dan perasaan, serta mengingatkan bahwa empati merupakan kekuatan yang mampu melampaui aturan maupun perbedaan. Pesan tersebut menjadi benang merah yang menjadikan musikal ini relevan dengan kehidupan masyarakat saat ini. 

 

Artikel ditulis oleh Angelica Lydia Putri Yovale