Denpasar, 10 Februari 2026 – Dalam rangka memeriahkan Hari Pers Nasional 2026, Himpunan Mahasiswa Fakultas Komunikasi LSPR Bali menyelenggarakan acara ‘Metamorfosist 2026: Media Talk & Movement for Future Journalist’ yang telah berlangsung selama dua hari, yaitu pada tanggal 9 dan 10 Februari 2026, dengan rangkaian acara meliputi kegiatan talk show, workshop, apresiasi Top 10 media partners LSPR Bali, dan media visit.


Sumber: Dokumentasi Pribadi LSPR News Bali

Kegiatan ini memberikan ruang bagi audiens utama yang terdiri dari para mahasiswa jurusan ilmu komunikasi se-Kota Denpasar untuk memahami praktik langsung teori komunikasi yang dipelajari saat perkuliahan. Seiring dengan perkembangan teknologi informasi, industri media massa sekarang tidak sebatas hanya berfokus pada kaidah penulisan berita, melainkan juga bagaimana realitas dalam dunia profesional yang tak hanya bekerja berdasarkan idealisme jurnalistik, tetapi juga harus menghadapi tekanan komersial, pengaruh algoritma platform global, serta dinamika internal yang sering kali tidak tercantum dalam buku. 

 

Oleh karena itu, mahasiswa ilmu komunikasi perlu dibekali kesiapan mental dan pemahaman lapangan agar mampu melihat bagaimana jurnalisme beririsan dengan kepentingan bisnis dan politik secara lebih utuh. Menanggapi hal ini, HIMA LSPR Bali berinisiatif mengadakan talk show yang dibintangi oleh tiga narasumber dengan spesialisasi media yang berbeda, Ida Susiani, S.H. dari Warta Bali yang berbasis pada media cetak, I Made Maha Dwija Santya, S.E., M.M. dari NusaBali yang berbasis dalam media digital, dan I Gede Novara Krishna, S.T. dari Jawa Pos TV Bali yang berbasis pada media televisi. Acara ini juga diramaikan dengan 10 undangan media di Bali dan mahasiswa jurusan Ilmu Komunikasi di kota Denpasar.

Sumber: Dokumentasi Pribadi LSPR News Bali

Selain itu, dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional Tahun 2026, LSPR Bali memberikan apresiasi kepada 10 media dengan kontribusi peliputan tertinggi sepanjang tahun 2025 hingga awal tahun 2026. Media tersebut terdiri dari Media Barometer Bali, Lintas Bali, Bali Sharing, Jawa Pos TV Bali, Radar Bali, Warta Bali Online, 1Kabar.com, tvribali.com, Indonesia Expose.co.id dan NusaBali.com

 

Rangkaian acara dimulai pada tanggal 9 Februari 2026 di auditorium kampus LSPR Bali yang diawali dengan sambutan oleh Mr. Lucky M. Kharisma, M.Si selaku Head of Student Affairs LSPR Bali, dilanjutkan dengan talk show yang diisi oleh ketiga narasumber. Kemudian, acara disusul dengan pemberian plakat kepada narasumber dan Top 10 Media Partners LSPR Bali, serta foto bersama. Kegiatan dilanjutkan dengan workshop berupa akurasi artikel dan doorstop interview yang dilakukan secara berkelompok, lalu di-review hasil yang telah diperoleh dari hasil diskusi. 

Sumber: Dokumentasi Pribadi LSPR News Bali

Acara diakhiri dengan penutupan pesan untuk mahasiswa generasi muda oleh narasumber Ida Susiani, S.H. yang menyebutkan, “Menjadi jurnalis itu adalah bagian dari proses dan tidak dapat dilakukan secara instan. Harus banyak berada di luar ruangan juga agar dapat melihat lebih dalam lagi, sehingga jurnalis bisa menyampaikan narasinya dengan baik.” Kemudian, I Made Maha Dwija Santya, S.E., M.M. menambahkan pesan, “Kunci untuk semua pekerjaan adalah menjadi disiplin, dapat beradaptasi, dan jujur.” 

Acara ‘Metamorfosist 2026’ dilanjutkan dengan kegiatan media visit ke kantor NusaBali pada tanggal 10 Februari 2026 bersama dengan HIMA LSPR Bali dan mahasiswa Ilmu Komunikasi. Mahasiswa disambut dengan hangat dan diajak mengenal bagaimana sistem kerja dan pengelolaan media di NusaBali, seperti asal-usul akun-akun media sosial tersebut lahir dan cara pengelolaannya, target masing-masing content creator, lalu bagaimana proses editing kontennya. Selanjutnya, mahasiswa juga diberikan kesempatan untuk uji coba menjadi podcaster dengan membuat short podcast. Kegiatan tersebut menjadikan pengalaman baru yang menyenangkan bagi mahasiswa, karena tidak hanya mendapatkan ilmu tapi juga mendapatkan pengalaman yang menarik.

Serangkaian kegiatan yang telah dilaksanakan selama dua hari memberikan kesan dan dampak yang positif bagi mahasiswa Ilmu Komunikasi karena mahasiswa dapat mengetahui lebih dalam mengenai dunia jurnalistik, media massa, insight baru, dan juga mendapatkan pengalaman baru yang bermakna. Semoga kedepannya mahasiswa dapat hidup dengan beretika, disiplin, konsisten, dan jujur baik itu dalam kegiatan jurnalistik maupun kehidupan sehari-hari.

Artikel ditulis oleh Ni Made Saisha Diva Sandriana