

Jakarta, 27 November 2025 – Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah III meresmikan pembentukan Industrial Advisory Board (IAB) sebagai wadah strategis yang memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan dunia industri. Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) kerja sama ini dilakukan sebagai salah satu mata acara utama dalam rangkaian Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) LLDikti Wilayah III Tahun 2025 yang berlangsung di Universitas MNC, iNews Tower, Jakarta Pusat.
IAB dibentuk sebagai forum konsultatif yang bertujuan menghadirkan masukan, arahan, dan rekomendasi yang selaras dengan kebutuhan industri, sehingga pendidikan tinggi dapat semakin adaptif dalam menyiapkan lulusan berkompetensi unggul. Melalui kehadiran IAB, LLDikti Wilayah III ingin memastikan bahwa kurikulum, pengalaman belajar, dan pengembangan kompetensi mahasiswa dapat terhubung langsung dengan tuntutan dan dinamika sektor industri yang terus berkembang.
Dalam inisiatif ini, APINDO (Asosiasi Pengusaha Indonesia) dan GNIK (Gerakan Nasional Indonesia Kompeten) hadir sebagai mitra strategis yang membawa perspektif dunia usaha dan standar kompetensi profesional ke dalam ekosistem pendidikan tinggi. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu membuka peluang yang lebih luas dalam meningkatkan inovasi berkelanjutan bagi perguruan tinggi di lingkungan LLDikti Wilayah III.
APINDO melalui Ketua Bidang Pendidikan dan Keterampilan, Arini Subianto, menyampaikan apresiasinya terhadap komitmen LLDikti Wilayah III dalam memperkuat keterhubungan antara perguruan tinggi dan industri.
“APINDO siap mendukung kolaborasi ini agar mampu menghadirkan SDM yang lebih adaptif, terlatih, dan relevan dengan perkembangan industri,” ujarnya.
Hal senada disampaikan oleh Ketua Umum GNIK, Yunus Triyonggo, yang menekankan pentingnya pembangunan kompetensi berkelanjutan.
“Kolaborasi ini akan memperkuat ekosistem kompetensi nasional. Melalui IAB, kami berharap standar kompetensi profesional dapat semakin terinternalisasi dalam proses pendidikan, sehingga lulusan Indonesia mampu bersaing di tingkat global,” tambahnya.
Dalam pelaksanaannya, IAB juga melibatkan beberapa perguruan tinggi pelopor sebagai inisiator, antara lain Universitas Gunadarma, Politeknik Multimedia Nusantara, Universitas Bina Nusantara, Universitas Sampoerna, serta Universitas Media Nusantara Citra. Kelima institusi perguruan tinggi tersebut menjadi contoh implementasi kerja sama yang inovatif dan berkelanjutan, sekaligus membuka ruang kolaborasi lebih luas bagi perguruan tinggi lain di wilayah DKI Jakarta.
Kepala LLDikti Wilayah III Dr. Henri Tambunan menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari upaya sistematis untuk memastikan kualitas pendidikan tinggi sejalan dengan kebutuhan masa depan.
“Pembentukan Industrial Advisory Board adalah langkah strategis untuk menjadikan perguruan tinggi sebagai pusat solusi nyata bagi masyarakat dan industri. Kami ingin memastikan setiap lulusan tidak hanya kompeten, tetapi juga memiliki daya saing yang tinggi dan mampu memberikan kontribusi bermakna bagi bangsa,” ujarnya.
LLDikti Wilayah III berharap IAB dapat menjadi model kolaborasi berkelanjutan yang memperkuat ekosistem pendidikan tinggi sekaligus menjawab tantangan transformasi industri, teknologi, dan kebutuhan tenaga kerja masa kini.















